alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Melihat Fasilitas Umum di Kudus: Ubin Rusak, Kursi Jebol, Kolam Kotor

28 Mei 2020, 08: 42: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

KERUH: Air kolam Taman Ganesha terlihat bewarna hijau kecokalatan.

KERUH: Air kolam Taman Ganesha terlihat bewarna hijau kecokalatan. (VEGA MA’ARIJIL UL A/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Matahari mulai condong ke arah barat saat dua orang sedang berbincang-bincang di Taman Ganesha. Keduanya terlihat akrab. Mereka tampak membahas sesuatu sambil melihat bunga-bunga di taman itu. ”Lagi ngadem di sini,” kata Handika Dwi Syaputra. Dia mengaku sering ke taman untuk bersantai.

Dulu, kata Handika, kondisi taman rapi dan terawat. Warga Gribig ini mengaku sering berkunjung ke taman untuk melepas penat. Namun sekarang, taman mulai kumuh. Ubin banyak yang pecah. Air kolam tak diganti, sehingga warna air menjadi hijau. Joroknya lagi, kolam itu penuh dengan daun-daun kering yang berguguran.

Tak hanya itu, Handika juga menyorot juru parkir yang memaksa menarik biaya parkir. ”Kalau sepi ditarik Rp 2 ribu. Kalau ramai Rp 5 ribu,” ungkapnya.

Dia pun menyarankan Pemkab Kudus untuk memperbaiki fasilitas umum ini. Agar pengunjung bisa menikmati taman untuk bersantai atau jogging. ”Ubin ini rusak sudah dua bulan lalu. Segera diperbaikilah,” sarannya.

Sementara itu, rekan Handika yang tak mau disebut namanya mengaku taman kurang bersih dan fasilitas taman seperti toilet juga dikunci. Padahal banyak pengunjung yang ingin ke toilet. Selain itu, banyak pengamen di taman. Hal ini, kata dia, membuat pengunjung tidak nyaman.

TAMAN ADIPURA: Taman Adipura menjadi salah satu taman yang banyak mengalami kerusakan namun hingga kini belum ada perbaikan.

TAMAN ADIPURA: Taman Adipura menjadi salah satu taman yang banyak mengalami kerusakan namun hingga kini belum ada perbaikan. (VEGA MA’ARIJIL UL A/RADAR KUDUS)

Jawa Pos Radar Kudus pun akhirnya berkeliling Taman Ganesha. Dari pantuan itu, ubin sebelah timur hingga ke barat pecah. Panjangnya sekitar empat meter. Di sebelah timur ke utara kondisinya juga sama. Ubin retak-retak. Sedangkan di sebelah selatan mengelupas. Lalu kolam air di taman itu juga kotor dan bewarna hijau.

Hal yang sama tampak di Taman Adipura yang terletak di Desa Jati Wetan, Kudus. Di sana banyak ubin yang retak. Ubin yang retak itu terletak di sebelah barat. Ubinnya menonjol ke atas. Jumlahnya ada 18 buah.

Salah seorang petugas kebersihan Taman Adipura Yayit menyampaikan, ubin retak sejak beberapa bulan lalu. ”Ini sudah tiga bulan yang lalu. Gara-gara akar pohon trembesi itu,” jelasnya.

BUTUH PERHATIAN: Salah seorang pengunjung Taman Hutan Kota Tanggulangin melihat kursi yang jebol dan berkarat.

BUTUH PERHATIAN: Salah seorang pengunjung Taman Hutan Kota Tanggulangin melihat kursi yang jebol dan berkarat. (VEGA MA’ARIJIL UL A/RADAR KUDUS)

Kondisi yang sama juga terlihat di Taman Hutan Kota Tanggulangin, Jati, Kudus. Di situ 32 kursi pengunjung berkarat dan jebol. 

Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Rofiatun mengatakan pihaknya tetap melakukan perawatan. Seperti pemerihaan tanaman dan penyiraman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agung Karyanto mengaku tidak ada anggaran untuk memperbaiki taman. ”Tidak teranggarkan,” jelasnya singkat.

(ks/vga/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia