alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Sopir Angkutan Kota di Rembang Pacekilik Omzet, Ini Faktor Penyebabnya

22 Mei 2020, 10: 37: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

TETAP SABAR: Ratusan sopir bisa sedikit tertolong setelah mendapat bantuan dari Pemkab Rembang kemarin.

TETAP SABAR: Ratusan sopir bisa sedikit tertolong setelah mendapat bantuan dari Pemkab Rembang kemarin. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Omzet para sopir bus dalam kota mengalami penurunan drastis. Salah satu penyebabnya karena adanya himbauan untuk tidak melakukan aktivitas di luar Rumah. Hal ini telah menjadi perhatian bagi Bupati Rembang. Selain sopir bus mini, juga ada para tukang becak, dan para pengemudi Tossa di area Kragan dan Sarang itu.

Salah satu yang menjadi pengurangan penumpang adalah adanya kebijakan belajar mengajar (KBM) di rumah. Para penumpang biasanya juga ada dari anak sekolah. Hal ini berdampak pada omzet sopir-sopir angkutan umum. KBM di Rumah sendiri sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Omset sopir busmini pun tutrun. Dalam sehari saja cuma mengangkut beberapa penumpang. Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rembang telah memperhatikan hal ini.

Pengalaman ini salah satunya dirasakan oleh Wagiman, sopir bus jurusan Lasem-Sarang ini. Penumpangnya memang turun semenjak anak-anak sekolah diminta untuk belajar di rumah. Padahal pada hari-hari biasa dia bisa mengangkut puluhan orang. Sementara semenjak adanya Covid-19 ini sehari hanya mendapatkan lima penumpang.

”Sehari lima sampai sepuluh orang,” kata warga Lasem itu. Untuk tarif penumpang sendiri masih sama. Tak ada kenaikan. Sehingga dia menilai, kondisi tersebut berdampak terhadap pendapatan. Yang mengakibatkan perekonomian keluarga sedikit terganggu.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, adanya Korona ini memang menjadikan kalang kabut. Dan pemerintah sudah membuat cara agar bagaimana masyarakat bisa selamat secara ekonomi hingga kesehatan. Seperti adanya beberapa jenis jaring pengaman sosial itu. Ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga bantuan sosial tunai (BST).

Pihaknya meminta agar masyarakat tetap sabar dan selalu waspada terhadap wabah covid-19. Serta selalu disiplin menerapkan langkah-langkah antisipasi. Selain itu, Bupati bersama Baznas dan Dinas Perhubungan (Dinhub) juga telah memberikan bantuan sembako. Untuk dimaksudkan untuk mengurangi beban masyarakat termasuk para sopir bus mini. Dia meminta para sopir tetap menjaga protokoler kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

”Semoga koronanya ndang minggat dari Rembang,” katanya.

Para pelaku angkutan umum memang menjadi perhatian. Selain kepada 115 sopir bus mini, bantuan juga diberikan kepada 139 tukang becak, juga para supir Tossa di wilayah Kragan dan Sarang.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia