alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Ahmad Faqih, Ustad Berdakwah Secara Halus

Lewat Obrolan Santai, Beri Perubahan Bagi Rekan-Rekan

22 Mei 2020, 09: 42: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Ustad Ahmad Faqih foto bersama istrinya Dyah Putri Pajna Paramita di studio musik pribadi di rumahnya.

KOMPAK: Ustad Ahmad Faqih foto bersama istrinya Dyah Putri Pajna Paramita di studio musik pribadi di rumahnya. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

Ustad Ahmad Faqih selalu memposisikan diri sebagai masyarakat pada umumnya. Dia tidak mau memperlihatkan diri sebagai seorang ustad. Namun, dakwah yang dilakukan secara halus kerap memberi perubahan bagi masyarakat di sekitarnya.

VEGA MA'ARIJIL ULA, Kudus, Radar Kudus

SORE itu ustad Ahmad Faqih baru selesai membimbing ngaji salah satu santri Pondok Al-Khoirriyah Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus, via daring. Selepas membimbing ngaji, ayah satu anak itu, mengajak wartawan koran ini ke kediamannya.

Musik tampaknya sudah menjadi satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari ustad Ahmad Faqih. Terlihat dari standing banner yang ada di teras rumahnya. Tertulis di stand itu, Allegri Music Course. Itu merupakan usaha kursus musik milik istrinya.

Studio musik dan beragam alat musik menghiasi rumah ustad satu ini. Selepas berbuka puasa, sambil merokok dan duduk di ruang tamu, ustad Ahmad Faqih menceritakan kali pertama menekuni musik. Dia kemudian berdakwah secara halus sembari menyalurkan hobi bermusik. Dia juga dakwah dengan bermain bola.

”Semasa SMP sudah suka musik. Ya ngaji ya dolanan musik. Karena terus terang ngaji itu berat. Kalo nggak ada selingannya jenuh,” jelasnya.

Beberapa alat musik dikuasai. Mulai dari gitar, piano, hingga drum. Ustad Ahmad Faqih menunjukkan kepiawaiannya bermain drum. Meski hanya menggunakan aplikasi di handphone. Namanya aplikasi Real Drum. Sembari menyebutkan satu per satu nama-nama piranti drum, jemarinya terlihat sudah lanyah menabuh drum virtual itu. Saat itu dia memainkan backsound game Mobile Legend.

”Semuanya otodidak. Nggak pernah narget seminggu latihan berapa kali. Karena waktunya habis di pondok. Kalau ada waktu luang ya main drum,” ujar penggemar grup band Sheila On 7 dan Ungu itu.

Selain bermain musik, ustad Ahmad Faqih juga hobi bermain sepak bola. Penggemar klub Manchester United itu, bahkan masuk klub Sekolah Sepak Bola (SSB) Porma pada 2008 silam. Dari hobi bermain musik dan sepak bola itu, dia bertemu berbagai teman dari latar belakang yang berbeda-beda.

Dari hobinya itu, dia juga rutin berdakwah. Lebih tepatnya dakwah secara halus. Ditujukan kepada teman-temannya saat bermain musik maupun sepak bola. Suami dari Dyah Putri Pajna Paramita itu, lebih memosisikan diri sebagai masyarakat biasa. Bukan sebagai ustad.

Hasilnya, beberapa rekannya yang kurang lurus dalam menjalani hidup perlahan mau berubah. Berkat nasehat yang diberikan. ”Dakwah secara halus. Disambi njagong. Nggak ngetokke kalau ustad. Ya nuwun sewu, saya kalau keluar rumah nggih celononan biasa. Lebih santai,” jelasnya.

Hal itu dilakukan agar rekan-rekannya lebih nyaman ketika berada di dekatnya. Rekan-rekannya tak pernah tahu bahwa Ahmad Faqih adalah seorang ustad. Mereka mulai mengetahui saat Ahmad Faqih ditunjuk menjadi imam salat. ”Kata temen-temen kok bagus tajwidnya pas ngimami,” jelasnya.

Dari dakwah secara halus itu, dia mampu mengubah beberapa rekannya yang pemabuk dan jarang salat. ”Ada teman yang tanya, nek tatonan mlebu masjid ki oleh opo ora. Tak jawabi oleh. Ben supoyo gelem salat ning masjid,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Ahmad Faqih ada rekan lain yang juga bertanya. ”Kalau pemabuk salat di masjid diterima atau tidak. Ada yang tanya seperti itu juga. Sebenarnya memang nggak diterima selama 40 hari. Tapi daripada dia nggak salat kan. Akhirnya sampai sekarang dia mau menjalankan salat. Saya selalu seperti itu. Sedikit-sedikit ngandani ke teman-teman,” jelasnya.

Sampai sekarang dakwah secara halus itu rutin dilakukan. ”Ya sedikit-sedikit pas ketemu teman. Dari situ nanti imbasnya ke teman-temannya juga,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia