alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Dampak Covid-19, Perajin Bedug Banting Stir Bikin Biola

22 Mei 2020, 08: 47: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

LESU: Menjelang lebaran biasanya bedug buatan Sugiharto ramai dipesan. Namun karena virus korona bedug buatannya sepi peminat.

LESU: Menjelang lebaran biasanya bedug buatan Sugiharto ramai dipesan. Namun karena virus korona bedug buatannya sepi peminat. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Sepi peminat, perajin bedug banting stir bikin biola. Hal ini dilakukan lantaran selama 1,5 bulan tidak ada pemesanan. Bahkan beberapa perajin merumahkan karyawan karena tidak ada pemasukan.

Salah satu perajin bedug  di RT 1 RW 4  Desa  Kedungsari, Gebog, Kudus Sugiharto mengaku, permintaan bedug sepi sejak 1,5 bulan. Padahal tahun lalu, permintaan bedug membeludak.

”Ya karena pengaruh Covid-19. Jadi selama 1,5 bulan sepi pemesanan.  Alhasil kami mengistirahatkan karyawan,” terang lelaki yang bikin bedug selama puluhan tahun itu.

Biasanya, kata Sugiharto, dirinya mampu mendapat pesanan 10 hingga 15 bedug. Namun sekarang tidak ada satu pun pelanggan yang memesan.

Dia mengaku, bedug yang diproduksi berdiameter 60 sentimeter hingga 1,5 meter. Hasil karyanya tersebut dibandrol dengan harga Rp 12,5 juta hingga Rp 120 juta. Bahan bakunya dari kayu mahoni dan trembesi.

Bedug buatan Sugiharto ini sudah dipasarkan ke beberapa wilayah di Indonesia. ”Keistimewaan bedug ini yakni terbuat dari kayu utuh, bukan kayu yang disusun. Pemesanan juga bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Salah satunya dengan menambahkan beberapa ukiran,” terangnya.

Selain membuat bedug, ahli perkayuan ini juga membuat rebana. Namun permintaan juga sepi. Dia mengaku satu rebana dari kulit kambing dibandrol mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta per set.

Karena sepi permintaan, Sugiharto pun banting stir membuat biola. Barang produksinya tersebut kini dikirim ke Kalimantan.

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia