alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Tak Mudik, Perantauan asal Pati Dikucur Bantuan

22 Mei 2020, 08: 29: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBERI BANTUAN: Warga Pati kurang mampu tak menerima bansos apapun diberikan BLT kabupaten. 

DIBERI BANTUAN: Warga Pati kurang mampu tak menerima bansos apapun diberikan BLT kabupaten.  (SETDA PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Pemkab Pati memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kabupaten yang dianggarkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Pati. Bantuan itu tak hanya diberikan ratusan warga Pati terdampak pandemi korona. Puluhan warga Pati tak mudik juga turut kecipratan BLT dari pemkab.

Bupati Pati Haryanto menjelaskan, Pemkab Pati juga memberikan bantuan jaring pengaman sosial penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati melalui BLT kabupaten dianggarkan dari APBD Pati. Adapun penerima bantuan BLT dari pemerintah daerah tahap pertama April menyasar 611 kepala keluarga yang berada di Kabupaten Pati. Selain itu, BLT kabupaten juga menyasar 54 kepala keluarga ber-KTP Pati yang masih berada di perantauan dan tidak mudik.

“BLT dari kabupaten ini sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan yakni April, Mei, Juni. sedangkan untuk keluarga yang merantau diberikan bantuan Rp 200 ribu per bulan selama tiga bulan. Pemkab memberikan bantuan kepada warga Pati dan warga Pati yang merantau namun tidak mudik lebaran ini,” jelasnya.

Pemberian BLT kabupaten kepada warga Pati yang tidak mudik sebagai bentuk perhatian pemkab untuk perantau. Orang nomor satu di Kabupaten Pati ini juga berterima kasih bagi warga Pati yang merantau namun tidak mudik karena dampak virus korona. Bantuan bagi perantau ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk tambahan kebutuhan.

Haryanto menambahkan, selama pandemi Covid-19 ini, banyak bantuan yang didapatkan oleh masyarakat kurang mampu. Salah satunya BLT kabupaten dari anggaran APBD Pati. Bantuan ini berbeda dari BLT desa yang dianggarkan dari dana desa. BLT kabupaten ini menyasar warga yang belum mendapatkan bantuan sosial selama pandemi.

“Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten memberikan bantuan sosial kepada masyarakat selama pandemi. Mulai PKH, BPNT, BST, prakerja, BLT DD, hingga BLT kabupaten. Terkait BLT DD dan BLT APBD ini diperuntukkan kepada orang tidak mampu yang terdampak langsung Covid-19, orang miskin yang tidak dapat bantuan BPNT, PKH dan BST, serta orang yang sakit parah menahun dan juga orang lansia,” ungkapnya.

Usai memberikan bantuan secara simbolis di Desa Blaru Kecamatan Pati, dirinya berpesan bagi warga yang telah mendapat program bantuan BLT dari pemerintah daerah, tidak perlu iri ketika ada warga lain yang menerima pembagian sosial lainnya dari pemerintah. Tujuannya tentu saja supaya tidak tumpang tindih dan bisa lebih merata serta tepat sasaran. 

Ia mengaku, BLT APBD ini diberikan bertahap dan belum semua bisa dibagikan sebelum lebaran. Bantuan akan dilanjutkan setelah lebaran nanti. Yang terpenting warga yang sudah didata pasti mendapatkan BLT APBD selama April-Juni.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia