alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Dispermades Pati Dorong Percepatan BLT Dana Desa

22 Mei 2020, 08: 20: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

TERIMA BLT: Salah satu warga Kecamatan Gabus menerima bantuan BLT DD kemarin.

TERIMA BLT: Salah satu warga Kecamatan Gabus menerima bantuan BLT DD kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Pati melakukan percepatan pencairan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD). Pekan ini sudah ada delapan desa yang mencairkan BLT periode April. Sementara itu ada puluhan desa lainnya yang siap mencairkan hingga akhir Mei ini.

Kepala Dispermades Kabupaten Pati Sudiyono melalui Kabid Pengembangan Desa Kasdjono menyampaikan, pencairan BLT bersumber dari DD sudah dilaksanakan mulai Selasa (19/5) lalu. Ada delapan desa yang mencairkan. Salah satunya Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti mencairkan BLT dengan sasaran 150 keluarga. Selain itu ada Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus mencairkan BLT 18 keluarga.

“Desa lainnya yakni Desa Karangwage Kecamatan Trangkil sudah mencairkan BLT kepada 48 keluarga melalui bank yang ditunjuk. Selain itu sudah ada belasan desa di Kecamatan Winong, Tayu, Tambakromo, dan lainnya yang siap mencairkan karena DD mereka sudah mencukupi untuk membayarkan BLT,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Ia menjelaskan, pencairan BLT DD dicairkan secara non tunai. Yakni melalui bank yang ditunjuk. Selama April-Juni, penerima BLT yang sudah didata oleh masing-masing desa menerima Rp 600 ribu setiap bulan. Penerimanya merupakan warga yang terdampak pandemi virus korona. Seperti keluarga yang dirumahkan, di PHK, dan keluarga lainnya yang kurang mampu.

Ia mengaku, pencairan BLT DD untuk periode April ini sedianya dilaksanakan sebelum lebaran. Namun karena proses validasi data dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) penerima bantuan sosial masih banyak pembenahan, sehingga BLT dicairkan sebelum hingga sesudah lebaran. Selain itu penerima BLT dari DD ini benar-benar warga yang belum mendapatkan bansos sama sekali seperti PKH, BPNT, BLT kabupaten, kartu prakerja, dan lainnya. 

“Lamanya proses validasi ini juga diharapkan supaya tidak terjadi tumpang tindih. Itu sebabnya validasi berdampak pada penetapan penerima BLT DD. Meski demikian, penerima tetap mendapatkan BLT DD April hingga Juni. Untuk itu bagi masyarakat harus bersabar,” lanjutnya.

Kasdjono menambahkan, program BLT DD ini merupakan program yang diberikan karena pandemi Covid-19. Sesuai regulasi Peraturan Menteri Desa (Permendes) PDTT, Peraturan Menteri Keuangan (PMK), dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), DD wajib dialokasikan untuk BLT. Jika desa sudah merealisasikan DD tahap pertama 2020 untuk pembangunan, maka DD tahap kedua nanti harus dialokasikan untuk BLT.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia