alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

“Vaksin” Covid-19 itu Bernama Lailatul Qadar

22 Mei 2020, 07: 40: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Abdul Karim, SS., MA.

Abdul Karim, SS., MA. (dok pribadi)

Share this      

TAHUN ini dunia digegerkan dengan wabah yang mematikan yaitu covid 19 atau sering disebut juga dengan virus korona. Dunia ini seakan lumpuh dibuatnya. Hampir semua bidang kehidupan dan aktivitas pekerjaan terkena dampaknya.

 Para ilmuan telah berusaha membuat vaksin untuk virus korona, tapi masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Padahal virus mematikan ini terus menerus mencari korbannya. Artinya kita harus mampu mencari alternatif solusi dalam menghadapi virus ini. Sebenarnya “vaksin” itu bisa kita dapatkan. Tahukah kita bahwa sesungguhnya “vaksin” covid-19 telah hadir di tengah-tengah kita umat Islam. Yaitu di saat datang bulan suci Ramadan yang penuh dengan keistimewaan ini, ia adalah bernama Lailatul Qadar.

Sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran surat Al-Qadar ayat 4-5, “pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Rabbnya (Tuhannya) untuk mengatur segala urusan. Malam itu Penuh kesejahteraan (kedamaian, dan keselamatan) sampai terbit fajar.”

Covid-19 adalah virus jahat yang hanya bisa dilawan dengan seruan kebaikan. Sebagaimana aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kita dalam menghadapi virus korona tersebut. Sedangkan Lailatul Qadar memberikan pelajaran kepada kita agar kita mendengar seruan baik itu, mengabaikan bisikan-bisikan setan yang berusaha untuk menjerumuskan kita agar kita tetap dalam situasi sulit dan menderita.

Lailatul Qadar akan mengantarkan kita kepada pintu keselamatan hingga sampai terbit fajar. Artinya bahwa spirit Lailatul Qadar akan menumbuhkan sikap futuristik. Yaitu mengikuti segala kebaikan yang datang kepada kita. Agar di kemudian hari tidak menimbulkan kerugian baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun masyarakat pada umumnya.

Kemudian pertanyaannya adalah siapakah orang yang dapat menjumpai  Lailatul Qadar tersebut?. Menurut Quraish Shihab, bahwa  Ketika  jiwa seseorang telah siap dan telah memiliki kesadaran jiwa, maka Lailatul Qadar akan datang menjumpai orang tersebut. Ketika itu malam kehadirannya berarti sangat menentukan bagi perjalanan hidup seseorang di masa mendatang. Saat itu merupakan titik tolak perubahan guna mencapai kemuliaan dan kejayaan hidup di dunia dan di akhirat kelak, dan sejak itu malaikat akan menyertai dan membimbingnya menuju kebaikan sampai terbit fajar kehidupannya yang baru kelak di hari kemudian.

Para ulama bersepakat bahwa  Lailatul Qadar itu jatuh pada bulan suci Ramadan. Namun di malam keberapa Lailatul Qadar itu turun?. Mengenai hal tersebut terdapat beragam perbedaan pendapat (sekitar 40 pendapat). Di antaranya: Pertama, bahwa Lailatul Qadar itu turun pada sebagian malam tujuh yang akhir. Kedua, Lailatul Qadar terjadi mulai malam ke-24 di bulan Ramadan. Ketiga, bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 di bulan Ramadan. Keempat, Lailatul Qadar itu adanya di malam yang ganjil di dalam 10 malam yang terakhir di bulan suci Ramadan yaitu: malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29 (Al-Asqalani, 1352 H: 725).         

Oleh karena itu di momen bulan suci Ramadan ini, khususnya di kesempatan sepertiga akhir bulan suci Ramadan ini, kita berusaha untuk mencapai keselamatan jasmani dan rohani kita dengan spirit Lailatul Qadar tersebut. Yaitu  di saat kondisi wabah seperti inilah kita harus lebih dekat kepada prilaku Malaikat daripada prilaku setan.

Pada saat pencapaian jenjang inilah Allah akan mendekatkan diri kita kepada para Malaikat dan Jibril yaitu akan senantiasa mengikuti seruan kebaikan yang datang kepada kita. Sehingga dengan izin Allah kita akan diberikan keselamatan dari virus korona, diberikan  kedamaian dan kesejahteraan hidup, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Wallahu a’lamu bi ash-Shawab. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia