alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Sepekan, Dana Desa Rp 6 Miliar di Rembang Tersalurkan

21 Mei 2020, 12: 46: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

SUDAH CAIR: Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan secara simbolis bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa di Desa Ngemplak, Lasem.

SUDAH CAIR: Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan secara simbolis bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa di Desa Ngemplak, Lasem. (HUMAS PEMKAB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa sudah berlangsung di beberapa tempat. Hingga kemarin sudah ada lebih 80 Desa yang sudah terealisasi. Besar kemungkinan akan diikuti desa-desa lainnya. Hingga sebelum lebaran nanti. Total perputaran uang dari dana desa itu sudah Rp 6 miliar dalam waktu sepekan ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat Desa (Dinpermades) Rembang Sulistiyono menyampaikan penyaluran BLT Dana desa sudah terealisasi pada 83 desa. Hingga kemarin sudah ada 6.205 KK penerima BLT. Dan uang yang disalurkan sudah sekitar Rp 3,7 m. Untuk total besaran BLT desa yang disalurkan, hingga kemarin paling besar dipegang oleh desa Karas, Kecamatan Sedan. Dengan jumlah Rp 150 Juta. Untuk 250 KK. ”Yang salur baru 83 desa, sisanya tiap hari ada terus sampai sebelum lebaran,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah paling kecil dipegang Desa Ngargomulyo, Lasem. Dengan total besaran BLT DD Rp 18 Juta. Yang diperuntukkan bagi 30 KK. Selain itu, juga ada desa Banyuurip kecamatan Gunem. Yang prosentasenya sebesar 8 persen.Yang terpakai untuk memberikan BLT kepada warga yang terdampak covid-19. Padahal, sesuai dengan ketentuan, desa bisa menganggarkan sampai 25 persen.

Sebagaimana yang diketahui, Dana Desa bisa dialokasikan BLT sebesar Rp. 600 ribu per Kartu Keluarga (KK). Besaran itu untuk satu bulannya. Besaran anggaran dana desa yang bisa digunakan untuk menangani dampak covid-19 yakni dana desa kurang dari Rp 800 juta maksimal 25 persen. Dana desa antara Rp 800 juta - 1,2 miliar maksimal sebesar 30 persen. Dan dana desa yang lebih dari 1,2 miliar maksimal 35 persen.

Sulistiyono menyampaikan, sudah banyak desa yang melakukan proses penyaluran. Yang dilakukan setiap hari. Hingga kemarin, semua desa sudah melakukan musyawarah desa khusus (musdesus). ”Ini tiap hari desa sudah banyak proses penyaluran tiap hari nambah terus. Sampai hari ini sudah musdesus semua desa,” imbuhnya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia