alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Putus karena Makan Dipinggir Jalan

21 Mei 2020, 10: 28: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

Putus karena Makan Dipinggir Jalan

CINTA itu tidak bisa dinilai hanya didasarkan pada materi. Bila selalu melihat ke atas, pasti selalu ada orang yang lebih baik fisiknya dan lebih kaya. Tetapi tidak pernah sebanding dengan cinta yang tulus dari hati.

Kisah cinta ini dialami Bowo (bukan nama sebenarnya). Sebenarnya dia adalah anak orang kaya. Namun dia lebih memilih hidup sederhana. Hidup ngontrak dan tampak tidak memerlukan uang. Makan di warung pinggir jalan, nasi kucing, masak sendiri dan lainnya.

Karena penampilannya yang biasa-biasa saja, orang di sekitarnya tidak pernah tahu dia berasal dari keluarga kaya. Dia merasa tidak perlu untuk memamerkan apa yang dia miliki.

Bowo juga tidak pernah khawatir tentang biaya hidupnya. Sebab dia menikmati hidup dengan cari nafkah sendiri. Meskipun itu hanya pekerjaan biasa.

Selain itu, dia tidak pernah membiarkan pacarnya tahu latar belakang keluarga aslinya di awal pacaran. Itu dilakukan supaya dia bisa mendapatkan wanita yang benar-benar sesuai seleranya. Perempuan sederhana dan bisa menerima apa adanya.

Bowo mengaku, awal pacaran, tidak ada masalah. Sang pacar menerimanya apa adanya. Tidak pernah mengeluh. Tidak matrealistis. Dia melakukan apapun yang membuat sang pacar bahagia. Namun dengan cara yang sederhana. Kadang makan di warung pinggir jalan, pasar, nonton televisi di rumah dan kadang-kadang pergi menonton film bareng.

Namun, hubungan itu tak berlangsung lama. Kekasihnya semakin matrealistis. Sering bertengkar. Menurutnya, banyak pria lain memberi pacar mereka smartphone mahal, clutch bag dan pakaian bermerek, namun dirinya hanya mengajak makan di warung pinggir jalan dan membelikan barang-barang di pasar malam.

Puncaknya adalah saat pacarnya menolak makan di warung pinggir jalan. Padahal sebelumnya, mereka sering melakukannya bersama. ”Awalnya itu sangat sederhana, tapi ya sudahlah. Mungkin bukan jodohku,” katanya.

Akhirnya, sang pacar memutuskan untuk putus. Sakit memang. Namun Bowo tetap berfikir realistis. Bahwa dia bukan jodohnya. Bakal ada wanita lain yang akan menerimanya apa adanya. “Tidak masalah. Aku tidak bisa memberinya kehidupan yang dia inginkan,” terangnya.

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia