alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Edy Wuryanto: Masyarakat Harus Berdamai dengan Situasi

21 Mei 2020, 10: 21: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

BERBAGI: Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto memberikan bantuan sembako kepada tenaga kesehatan hingga masyarakat Grobogan yang membutuhkan.

BERBAGI: Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto memberikan bantuan sembako kepada tenaga kesehatan hingga masyarakat Grobogan yang membutuhkan. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil IV Jawa Tengah Edy Wuryanto melakukan reses di Kabupaten Grobogan. Reses tersebut diganti dengan menyalurkan paket sembako kepada tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19.

Edy Wuryanto membagikan sekitar 4.000 paket sembako kepada nakes hingga masyarakat yang terdampak pandemi. ”Kami bagikan khusus bagi mereka yang non-ASN. Reses ini kami arahkan ke pembagian paket berbagi rasa. Sekaligus kami mendengar curhatan mereka (nakes, Red) yang sedang membantu pasien Covid-19,” katanya.

Menurutnya, secara nasional sudah ada 21 perawat yang gugur. ”Di Kabupaten Grobogan tidak ada. Semoga memang tidak ada. Saya berharap pemerintah memperhatikan hak-hak mereka, seperti yang sudah disepakati dengan Komisi IX,” jelasnya.

Pemerintah juga sudah menyepakati dengan Komisi IX memberikan dana insentif ke dokter spesialis maksimal Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta, perawat Rp 7,5 juta, dan nakes yang lain Rp 5 juta.

”Kalau bisa sebelum Idul Fitri dicairkan. Sedangkan yang meninggal santunan Rp 300 juta dan asuransi. Saya kira perhatian pemerintah semakin bagus,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah kini juga sudah mulai membuat program damai melawan Covid-19. Masyarakat diminta beradaptasi dengan situasi ini. ”Karena tidak mungkin virus ini kita nolkan. Meskipun sampai saat ini kita belum mencapai grafik yang puncak dan menurun, tapi pemerintah lebih melihat keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan. Maka virus ini harus dimaknai semua rakyat harus merubah pola hidup. Kita harus siap dengan new normal-life,” katanya.

Dia berharap, masyarakat harus bisa hidup dengan Covid-19. Namun, masyarakat harus terus membiasakan memakai masker, rajin cuci tangan, hingga social distancing. ”Nah, di sini nakes memiliki peran untuk mendampingi dan mengedukasi masyarakat. Jadi, nakes bukan hanya bertugas di hospital. Namun juga public health. Memberikan edukasi ke publik,” imbuhnya.

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia