alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Kabar Baik, Swab Test 19 Tenaga Medis di Blora Negatif

20 Mei 2020, 22: 45: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

Kabar Baik, Swab Test 19 Tenaga Medis di Blora Negatif

BLORA, Radar KudusKabar baik datang dari Blora. Sebanyak 19 tenaga kesehatan yang rapid test-nya reaktif, ternyata hasil swab-nya keluar negatif. Terdiri dari tiga tenaga kesehatan RSUD Blora, tiga tenaga kesehatan RSUD Cepu dan 13 dari DKT Blora.

Untuk seluruh tenaga kesehatan yang reaktif rapid-test dan ditetapkan negatif swab test, diminta agar tetap menjaga diri. Selain itu isolasi mandiri di rumah (tidak di hotel lagi). Harapannya bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar semakin sehat.

“Sedangkan untuk masyarakat sekitar, kami tekankan dan kami minta tolong untuk tidak menciptakan stigma negatif serta takut berlebihan. Bahkan mendiskriminasi keluarga sehingga merasa diisolasi di lingkungan tempat tinggal tenaga kesehatan atau pasien Covid-19. Yang penting kita jaga jarak, dan pakai masker,” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto kemarin.

Lilik Hernanto menambahkan, hingga saat ini, jumlah positif Covid-19 masih 14 pasien. Sedangkan reaktif rapid-test jumlahnya masih fluktuatif. Sehingga ada penambahan dan pengurangan. Karena beberapa di antaranya sudah negatif swab. “Reaktif Rapid-Test memang jumlahnya terus berubah,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini ada kasus ibu hamil yang reaktif rapid-test. Sebanyak 8 orang ketika akan melahirkan. “Setelah kita test, ibu hamil ini ternyata reaktif. Maka jadi catatan bagi kita semua. Bahwa di satu sisi kami berperang melawan Covid-19, namun disatu sisi kita juga mencegah kematian ibu hamil yang kasusnya masih tinggi di Kabupaten Blora,” bebernya.

Untuk itu, program screening test untuk ibu hamil guna deteksi penyakit HIV, sipilis, hepatitis, kini diperluas. Yaitu untuk screening Covid-19. Khususnya ibu hamil yang punya penyakit penyerta. “Kami wajibkan setiap puskesmas bisa melakukan rapid test kepada ibu hamil itu untuk deteksi. Mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi, semoga hasil swab ibu hamil ini nanti juga negative,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, selaku Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora menyampaikan, potensi penyebaran virus masih bisa terjadi. Jika seluruh komponen masyarakat belum bisa kompak melakukan pencegahan sesuai anjuran protokol kesehatan yang berulang kali disampaikan.

“Hingga hari ini saja, jumlah kasus positif Covid-19 masih 14, 3 meninggal dan 11 dirawat. Sedangkan reaktif rapid-test juga masih banyak. Semalam (kemarin malam) mencapai 83 orang. Namun ada pengurangan seiring keluarnya hasil swab test terhadap pasien reaktif rapid,” ucap Sekda.

Untuk PDP, ada 18 orang yang diawasi. Lalu ODP ada 52 orang. OTG 186 dan pemudik hingga semalam mencapai 32.370 jiwa. “Kami kembali mengingatkan bahwa virus ini belum ada obatnya. Satu satunya cara untuk mencegahnya adalah disiplin untuk memutus rantai penularannya. Yakni disiplin tidak bepergian jika tidak penting, jika terpaksa wajib pakai masker, jaga jarak dan tidak berkerumun,” tegas Sekda.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa senantiasa menjaga kesehatan dan menjaga imunitas, sebab virus ini hanya bisa kalah oleh sistem imunitas yang baik. Selain itu juga kembali mengingatkan agar warga yang masih merantau untuk menunda mudiknya terlebih dahulu. 

(ks/sub/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia