alexametrics
Sabtu, 06 Jun 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Ditemukan Dua Data Ganda Penerima Bantuan, Empat Mengundurkan Diri

20 Mei 2020, 16: 31: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

ENAM KALI VERIFIKASI: Dua orang terpaksa dicoret lantaran namanya terdaftar di dua jenis bantuan. Sedangkan empat orang tidak mengambil BSP. Pemdes verifikasi hingga enam kali agar tak terjadi double penerima.

ENAM KALI VERIFIKASI: Dua orang terpaksa dicoret lantaran namanya terdaftar di dua jenis bantuan. Sedangkan empat orang tidak mengambil BSP. Pemdes verifikasi hingga enam kali agar tak terjadi double penerima. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Dua nama penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa di Ploso, Kecamatan Jati dicoret dari daftar penerima. Penerima itu bernama Sutarno warga RT 2 RW 3 dan Kadirah warga RT 5 RW 3. Keduanya dicoret karena sudah tercatat menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. Sutarno dicoret lantaran sudah dapat bantuan pangan non tunai (BPNT). Sedangkan Kadirah sudah dapat bantuan sosial tunai (BST) dari Kemensos.

Kepala Desa (Kades) Poso Mas’ud menuturkan, data dua nama tersebut diketahui tercatat ganda saat proses verifikasi. Proses verifikasi data penerima bantuan di Desa Ploso dilakukan hingga enam kali. Hal ini dilakukan untuk mengindari data yang tumpang tindih.

”Saya pastikan data penerima bantuan di Desa Ploso telah tepat sasaran. Saya bahkan sampai mengumpulkan ketua RT sebanyak enam kali untuk proses verifikasi,” ujar Mas’ud.

Terkait penerima bantuan, kriterianya miskin yang terdampak Covid-19. Mas’ud merincikan di Desa Ploso selain 158 orang yang menerima BLT dana desa, sebanyak 73 orang menerima BST, dan 122 orang menerima BSP.

BLT dana desa di Ploso dibagikan kemarin. Total penerima bantuan ada 158 orang. Dalam proses pembagian, Pemdes Ploso tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan hingga menjaga jarak antren warga.

”BSP pusat siang ini dibagikan. Ada empat warga yang menyatakan untuk mundur dari daftar penerima. Dengan alasan mereka sudah mampu,” katanya.

Empat nama yang mengundurkan diri meliputi Sofian Efendi warga RT3 RW1, Ramini RT3 RW2, Tri Hidayat warga RT 3 RW2 dan Wahyu Mulyandari warga RT3 RW2. Pihak desa pun mengapresiasi atas kesadaran warganya ini.

Salah satu penerima bantuan BLT dana desa Joko Parsetiyono, 71, warga RT5 RW5 mengaku bersyukur mendapat bantuan dari pemerintah. Uang sebesar Rp 600 ribu yang diterimanya ini akan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Selama Covid-19, dirinya mengaku sudah tak punya penghasilan.

”Sebelumnya saya tukang batu, sekarang nganggur. Untuk kebutuhan sehari-hari saya minta anak,” ungkapnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia