alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

ASN Rapid Test, Dua Pegawai OPD di Pati Dikarantina

20 Mei 2020, 10: 07: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

JALANI TEST: Salah satu pegawai OPD Pati mengikuti rapid test di RSUD RAA Soewondo, Senin (18/5) kemarin.

JALANI TEST: Salah satu pegawai OPD Pati mengikuti rapid test di RSUD RAA Soewondo, Senin (18/5) kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Rapid test OPD yang diselenggarakan di RSUD RAA Soewondo Pati selama dua hari diikuti ratusan pegawai. Pelaksanaan test dua hari ini yakni Sabtu (16/5) dan kemarin (18/5), ada dua pegawai OPD  yang dinyatakan reaktif. Mereka langsung dikarantina di Hotel Safin untuk menjalani perawatan karena tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Sekretaris gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pati Suharyono mengatakan, telah mendapatkan hasil test dari pihak RSUD. Selama test yang diselenggarakan dua kali ini, ada dua pegawai OPD yang hasil rapid test-nya reaktif. Mereka langsung dikarantina di Hotel Safin.

“Dua pegawai reaktif, sudah diisolasi di Hotel Safin. Test ini akan diikuti oleh ribuan pegawai OPD selama sekitar 25 hari. Waktunya sebelum lebaran dan dilanjutkan pascalebaran nanti setelah cuti bersama. Tidak menutup kemungkinan yang reaktif juga bertambah. Tapi mereka belum positif Covid-19 karena harus menjalani test swab. Semoga swab-nya negatif,” jelas Sekda Pati ini kemarin.

Sementara itu, lanjut Suharyono, yang hasilnya negatif tetap harus waspada untuk tetap physical distancing di lingkungan kerja. Sebab hal itulah salah satu cara untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. Dengan pemeriksaan ini untuk mendeteksi dini persebaran virus korona di lingkungan OPD Pemkab Pati.

Ketua Panitia Rapid Test RSUD RAA Soewondo Pati, Sarwi mengatakan, ada 2.400 pegawai OPD yang dirapid test bekerja sama dengan RSUD RAA Soewondo Pati. Setiap hari rata-rata yang ikut test sebanyak 150 orang. Pada hari kedua, ada 138 pegawai di tambah lima pegawai yang tidak ikut rapid test Sabtu (16/5) lalu. Total yang ikut rapid kemarin ada 143 orang.

“Setiap hari setelah pelaksanaan rapid test, hasilnya langsung kami kirim ke pemkab. Selanjutnya dari pemkab yang mempunyai kewenangan, akan menginformasikan hasil rapid test ke setiap OPD yang pegawainya sudah selesai test. Kalau ada yang reaktif, pegawai tersebut diminta untuk isolasi,” jelasnya.

Sarwi menjelaskan, dari 2.400 pegawai OPD yang didaftarkan untuk mengikuti rapid test, tidak semua OPD ikut rapid test yang diselenggarakan di RSUD, karena ada OPD yang menyelenggarakannya secara mandiri di kantornya masing-masing. Bagi yang rapid di RSUD, anggarannya setiap orang Rp 250 ribu ditanggung masing-masing OPD.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia