alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Perkara BST Kemensos di Sumberjo Rembang Berakhir Damai

20 Mei 2020, 08: 04: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

PELAYANAN: Kepala Desa Sumberejo dan beberapa perangkat desa berdiskusi di balai desa, Senin (18/5) kemarin.

PELAYANAN: Kepala Desa Sumberejo dan beberapa perangkat desa berdiskusi di balai desa, Senin (18/5) kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Sosial media telah disuguhi video marah-marah di Balai Desa Sumberejo, Pamotan. Permasalahannya, gara-gara data bantuan sosial tunai (BTS). Sehingga Kades, hingga warga yang terlibat dipanggil pihak kepolisian. Diperiksa berjam-jam. Hingga Senin (18/5) kemarin seakan ada isyarat masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Mulyanto, Kades Sumberejo memang sudah stand by di balai desa. Maklum, siangnya pukul 11.00 WIB, ia akan menggelar musyawarah desa khusus (musdesus). Untuk membahas bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa. Satu jam sebelum rapat itu dimulai, ia kedatangan tamu. Yakni Mino dan kawan-kawan. Totalnya ada enam orang. Mereka menanyakan tentang data Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kemensos.

Nama mereka yang awalnya tercantum, kok malah sudah hilang. Memang, Kades dan timnya sengaja menghapus nama-nama itu. Karena dinilai sebagai orang mampu. Sehingga data tersebut harus dicoret. Sementara, Mino dan kawan-kawan menilai, masih ada orang yang dianggap mampu, tetapi belum dicoret.

Mulyanto pun kembali menjelaskan. Jika masih ada orang kaya yang belum di-cut off, akan dilaksanakan musyawarah bersama. ”Bilang saja siapa-siapa saja orang kaya yang belum ter-cut off. Nanti bisa dirembug bersama tim relawan,” katanya. Tak disangka, diskusi itu pun berbuntut dengan nada-nada tinggi. Hingga banting kursi. Hingga terekamlah kejadian marah-marah yang ada dalam video tersebut. Yang alhasil dipanggilah mereka ke kantor polisi.

Sebetulnya, kata Mulyanto, tidak ada pihak yang melapor kepada polisi. Pemanggilan itu karena ada rekaman video yang terlanjur menyebar. Ya, Mulyanto pun diperiksa sebagai saksi selama dua jam di polres Rembang. Waktunya dini hari. 

Dengan adanya kejadian ini, Ia berharap bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. ”Bagaimana pun itu warga saya. Tetap dilanjutkan duduk bersama,” jelasnya. Data penerima BST desa Sumbermulyo sendiri berjumlah 239 KK. Itu pun masih ada orang-orang mampu didalamnya. Pihaknya harus meng-cut off. Sekarang menjadi sekitar 204.

Apabila masih ada pengurangan kembali akan dimusyawarahkan lebih lanjut. ”Mungkin sekitar 2-3 hari ini kami duduk bersama kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Mino, salah satu dari enam orang itu juga tak berharap mendapatkan bantuan. Hanya saja, menurutnya masih ada kejanggalan dalam pendataan penerima bantuan. Dan harus diklarifikasi ke balai desa.

Dalam kejadian ini, dia juga ikut diperiksa di polres. Lebih lama dari Mulyanto. Mulai 02.30 sampai pukul 00.00 WIB. Memang berjam-jam. Disinggung tentang penyelesaian masalah secara kekeluargaan itu, Mino menanggapi akan ikut-ikut saja. ”Kalau saya mengikuti. Kalau mau diselesaikan kekeluargaan ya gak papa. Kalau saya tetap mengikuti prosedur,” jelasnya.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia