alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Gegara Pin Keblokir, Emak-emak Rela Berpanas-panasan "Kepung" ATM

20 Mei 2020, 07: 51: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

JUBEL: Sejumlah nasabah tampak mengantre untuk mendapatkan pelayanan di salah satu perbankan di Jalan Kartini Rembang, Senin (18/5) kemarin.

JUBEL: Sejumlah nasabah tampak mengantre untuk mendapatkan pelayanan di salah satu perbankan di Jalan Kartini Rembang, Senin (18/5) kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Di tengah hebohnya virus Covid-19, ternyata tak menyurutkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Dua hari terakhir ini, mereka sudah banyak beraktivitas di pasar tradisional. Bahkan, memadati sejumlah kantor perbankan hingga antre di anjungan tunai mandiri (ATM) milik sejumlah bank..

Pantauan Radar Kudus Jawa Pos, masyarakat yang mengantre sebagian besar didominasi emak-emak. Mirisnya lagi tidak jarang anak-anaknya diajak turut serta. Meskipun lokasi bank yang dituju terbatas. Mereka rela panas-panasan, untuk antre, di bank dan mesin ATM.

Paling mencolok pagi sampai siang hari. Mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Terlihat kendaraan yang parkir over load tampak di salah satu bank di Jalan Kartini. Tidak jarang sampai meluber di tengah jalan. Mereka sebagian ada yang mengurus untuk mengambil bantuan dari pemerintah.

LUBER KE JALAN: Ratusan sepeda motor memadati parkiran pasar Rembang, Senin (18/5) kemarin.

LUBER KE JALAN: Ratusan sepeda motor memadati parkiran pasar Rembang, Senin (18/5) kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Ada yang perluasan dan penerima lama. Kadang ada yang juga membetulkan nomor pin ATM yang salah atau terblokir. Beberapa juga sekadar ingin mengecek saldo. Transfer ataupun setor tunai, disamping konfirmasi petugas. Mereka datang dari berbagai kecamatan.

Salah satu pengunjung bank, Hari mengaku jauh-jauh dari rumahnya di wilayah Kragan untuk mengurus bantuan. Karena ada yang mendapatkan perluasan. Jadi sekalian melengkapi data yang diperlukan.

”Kulo pasrahke mas. Wonten sing koordinir (Saya pasrahkan mas. Ada yang koordinir). Kulo mboten mudeng, wakili mawon (Sata tidak paham, mewakili saja),” pengakuannya.

Kepala Dinsos PPKB (Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana), Kabupaten Rembang, Sri Wahyuni melalui Kabid Pemberdayaan Sosial, Nasaton Rofiq menyampaikan bantuan sosial pangan, baik yang regular dan perluasan saldo sudah ter top up. Khususnya yang perluasan saldo ter top up dua bulan, Rp 400 ribu.

”Mereka harus melakukan transaksi di e-warong. Yang bisa membacakan saldo ter top up di e-warong. Bukan ATM. Kemarin banyak yang tanya. Lho kok dibuka di ATM tidak ada uangnya. Memang tidak bisa dibaca di ATM, tapi mesin EDC. Baru dibelanjakan e-warong. Dapatnya beras, telur, dan macam-macam variatifnya. Kini sudah berjalan,” keterangannya.

Lalu bagaimana terkait banyaknya masyarakat ramai-ramai ke bank. Pihaknya tidak tahu persis, untuk mengurus terkait hal apa. Bisa juga mengurus PKH yang sudah turun. Atau ada yang bantuan sosial tunai (BST) yang lewat kantor pos dan bank.

Memang di lapangan ada yang salah mengartikan. Ada yang begitu dapat kartu ATM, langsung bondong-bondong ke mesin ATM. Ketika dibuka nol. Informasi ada yang marah. Memang itu hanya terbaca di EDC, peruntukannya untuk sembako.

”Kalau tunai di bank uang sudah ter top up 28 April. Nilainya Rp 600 ribu. Menyebar di BRI sekitar 2.000 sekian, Mandiri 200 sekian, BNI 800 sekian, BPN 23 sekian. Mungkin saya ada yang mengecek saldo kosong, jadi mengurus di CS. Kalau punya rekening dan disampaikan sesuai yang ada mudah, kecuali yang hilang harus mengurus,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia