alexametrics
Sabtu, 06 Jun 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ikut Digerebek saat Pesta Sabu, Pemandu Karaoke hanya Dijadikan Saksi

19 Mei 2020, 12: 58: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

BARANG BUKTI: Kasat Resnarkoba Polres Blora AKP Hartono menunjukkan barang bukti yang didapatkan saat penggerebekan pesta sabu.

BARANG BUKTI: Kasat Resnarkoba Polres Blora AKP Hartono menunjukkan barang bukti yang didapatkan saat penggerebekan pesta sabu. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus - Satu perempuan yang ikut digerebek saat pesta sabu tak dijadikan tersangka. Dia hanya dijadikan sebagai saksi. Sebab hasil tes urine dinyatakan negatif. Sedangkan tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Blora menggrebek dua pasang laki-laki dan perempuan saat pesta sabu di dalam kos. Tepatnya di Jalan Tentara Pelajar Lorong 4 ,Gang Pakel RT 05/RW 01, Kelurahan Tempelan, Blora.

Dari empat orang itu, pihak kepolisian menetapkan tiga orang tersangka. Yaitu SAP asal Blora, RU dari Kecamatan Jiken, dan KS dari Kabupaten Jepara). Sementara satu perempuan dijadikan saksi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa tiga paket sabu seberat 0,37 gram, 0,16 gram, dan 0,26 gram. Kemudian dua perangkat alat hisap atau bong, tiga handphone dan tiga motor.

Kasat Resnarkoba Polres Blora AKP Hartono menegaskan, perempuan tersebut merupakan wanita panggilan. Bekerja secara freelance. Saat penggerebekan sedang berada di lokasi. Namun hasil keterangan semua yang ada di lokasi, dia hanya mengetahui dan tidak menggunakan narkoba.

“Saya tidak mendalami secara kusus pekerjaannya. Tes satu kali. Hasilnya negatif. BB diamankan dari kamar nomor 1 dan 3. Mulai di tas dan almari, dalam sepatu dan belakang kulkas,” tegas laki-laki yang belum genap sepekan menjabat kasat Resnarkoba Polres Blora itu.

Dia menambahkan, ketiga tersangka tersebut digerebek petugas bersama warga ketika sedang asyik berpesta sabu-sabu. Dari perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

”Tersangka ini sudah menjadi target operasi tim kami. Dan ini akan terus kami dalami dan kembangkan dari mana asal barang haram tersebut. Tiga orang tersebut positif menyimpan dan menggunakan narkotika,” imbuhnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Genuk Polrestabes Semarang ini menambahkan, perbuatan yang dilakukan tiga tersangka ini tergolong nekat. Sebab, di masa wabah pendemi Covid-19 dan bulan suci Ramadan, mereka justru berpesta sabu.

Salah satu tersangka SAP mengaku, dirinya baru ikut mengonsumsi narkoba. Dirinya sangat menyesal dan harus menerima kenyataan merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga. Karena harus mendekam di balik jeruji besi. ”Saya ikut mengonsumsi narkoba karena terpengaruh ajakan teman,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka RU mengaku mendapatkan barang tersebut dari daerah Pati. Melalui kurir yang tidak diketahui identitasnya. Kemudian dipakai bersama dua orang tersangka lainnya. Yaitu SAP dan KS, perempuan yang berprofesi sebagai Pemandu Karaoke (PK) di tempat karaoke di Cepu. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia