alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Sambangi Rembang, Edy Wuryanto Bagi Paket Sembako untuk Tenaga Medis

19 Mei 2020, 12: 36: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI: Anggota DPR-RI komisi IX dari Fraksi PDIP Dapil IV Jateng, Dr. H. Edy Wuryanto, S.KP., M.Kep menyerahkan pekat sembako kepada tenaga kesehatan di RSUD dr R Soetrasno, didampingi direktur, Agus Setyohadi dan ketua DPD PPNI Rembang, Tabah Tohamik.

PEDULI: Anggota DPR-RI komisi IX dari Fraksi PDIP Dapil IV Jateng, Dr. H. Edy Wuryanto, S.KP., M.Kep menyerahkan pekat sembako kepada tenaga kesehatan di RSUD dr R Soetrasno, didampingi direktur, Agus Setyohadi dan ketua DPD PPNI Rembang, Tabah Tohamik. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Anggota DPR-RI komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil IV Jawa Tengah, Edy Wuryanto, melakukan reses di Kota Garam. Kedatangannya kali ini, selain melakukan menyalurkan paket sembako (bagi rasa) kepada tenaga kesehatan Covid-19, Edy juga mendengarkan curhat dari tenaga medis.

Rombongan Edy disambut oleh Direktur RSUD Rembang dr. Agus Setyohadi dan Ketua DPD PPNI Kabupaten Rembang Tabah Tohamik beserta anggota. Termasuk Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Rembang, Puji Astuti, di ruang diklat RSUD lantai I.

Beberapa arahan disampaikan kepada garda terdepan kesehatan tersebut. Disambung penyerahan baksos bagi tenaga kesehatan di rumah sakit plat merah ini. Khususnya mereka yang non ASN. Termasuk kebagian juga tukang parkir, satpam dan petugas IGD.

”Kami reses DPR RI. Karena kita sedang berjuang melawan covid. Maka reses diarahkan disitu. Kita fokus pembagian paket berbagi rasa kepada 1.300 perawat bidan non-ASN, di rumah sakit maupun puskesmas. Dari total 8 ribu paket yang diterima,” keteranganya saat ditanya Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (18/5).

Menurut Edy mereka yang berjuang melawan covid. Sebagai wakil rakyat, mereka  diperhatikan betul. Kebetulan  yang ASN dari sisi kesejahteraan belum bagus dibandingkan ASN. Maka fokus penyalurannya diperuntukkan perawat bidan.

Selain itu diharapkan intensif yang sudah dianggarkan pemerintah. Sudah disepakati komisi XI dengan pemerintah segera dicairkan. Diharapkan sebelum Idul Fitri dikeluarkan. Dengan perolehan bervariatif bagi tenaga kesehatan.

”Untuk dokter spesialis maksimal Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta, perawat bidan Rp 7,5 juta dan nakes lain Rp 5 juta. Kini masih proses, karena tidak mudah membaginya. Datanya masih naik dari bawah keatas untuk direkap,” terangnya.

Lanjut Edy menyatakan para kepala dinas, kepala puskesmas, direktur mengajukan. Mudah-mudahan segera terselesaikan. Paling tidak bulan Maret dan April sudah lewat. Mungkin bisa dikeluarkan terlebih dahulu.

Untuk teman-teman yang berjuang. Biar perhatian dari pemerintah, untuk memberikan semangat mereka. Dengan total di Indonesia Rp 4,8 triliun. Inilah yang tengah diperjuangan bagi garda terdepan kesehatan tersebut.

”Dari 75 triliun anggaran covid-19, untuk kesehatan Rp 4,8 triliun digunakan intensif tenaga kesehatan. Memang saya masih berharap. Karena penghitungan Rp 4,8 triliun belum memperhatikan aspek situasi di lapangan. Ternyata dampak korona banyak yang terlibat tenaga kesehatan dan dananya dirasa kurang, maka menurut saya prioritas untuk dibicarakan lagi komisi 9 dengan pemerintah,” ujarnya.

Direktur RSUD Rembang dr. Agus Setyohadi mengucapkan terima kasih bantuan yang diberikan Anggota DPR-RI komisi IX, Dr. H. Edy Wuryanto. Mudah-mudahan menambah semangat teman-teman yang bekerja di rumah sakit.

”Bantuan ditunjukan kepada karyawan non-PNS, bagi mereka masih membutuhkan,” katanya.

Ditambahkan RS untuk covid telah menyiapkan 40 tempat tidur. Hari Senin kemarin hanya tiga pasien. Memang pernah paling tinggi 28 pasien yang dirawat. Kemudian tentang kelengkapan APD sudah siap untuk petugas kesehatan. Stok cukup sebulan ke depan. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia