alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Ketua DPRD Jepara Dimosi Tak Percaya Anggotanya

18 Mei 2020, 10: 30: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

Imam Zusdi Ghozali

Imam Zusdi Ghozali (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Sebanyak 36 dari 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali. Dalam misi tidak percaya tersebut, anggota dewan menyatakan Imam telah melakukan pelanggaran dan tidak layak menjadi ketua dewan. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno didampingi wakil ketua DPRD lain, KH. Nuruddin Amin dan Junarso serta beberapa perwakilan fraksi kemarin. Pihaknya telah menyampaikan mosi tidak percaya itu kepada Badan Kehormatan DPRD Jepara. Berkas diterima oleh Wakil Ketua BK DPRD Jepara A. Sholikhin dan sekretaris dewan (sekwan).

Para anggota dewan menyatakan lima alasan mosi tidak percaya tersebut. Di antaranya sebagai ketua DPRD tidak menggunakan fungsi kolektif dan kolegial dalam mengambil keputusan dan kebiasaan. Imam juga dianggap jarang memimpin rapat paripurna dan atau tidak mengikuti tanpa alasan yang jelas. Begitu pula dengan rapat-rapat pembahasan dan rapat lain.

Imam juga dianggap arogan dalam bertindak dan sering menggunakan kata-kata kotor dan tak pantas kepada anggota, sekretariat, atau sopir. Termasuk Imam menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan keluarga.

Pratikno mengatakan, pihaknya menyampaikan mosi tidak percaya dari anggota kepada BK. Selanjutnya diharapkan BK segera menindaklanjuti mosi tidak percaya itu. ”Apapun keputusannya kami hormati," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin menyelamatkan marwah dewan. Setelah menelaah mosi dari para anggota diputuskan untuk menyampaikan kepada BK. ”Melihat situasi yang ada, supaya masyarakat tidak gamang dengan isu-isu yang muncul di masyarakat, sepakat membawa permasalahan kepada BK," tuturnya.

Ia berharap dewan dipimpin sosok yang amanah. Dari pihak partai, dalam hal ini PPP diharapkan bisa mencabut surat keputusan yang memutuskan Imam sebagai ketua dewan. Lalu mengganti surat keputusan baru untuk mengangkat ketua baru.

Sebelum laporan itu masuk ke BK, Imam Zusdi Ghozali telah menandatangani pernyataan atas lima hal yang dikeluhkan anggota dewan. Saat dikonfirmasi ia tidak mempermasalahkan mosi tidak percaya yang dilayangkan anggota tersebut. Dari dewan yang menandatangani mosi itu, ia mengklaim ada beberapa yang menarik penyataannya. ”Ya monggo, silakan sampaikan ke BK," tuturnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP