alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Ngajar dan Wirausaha Jalan Beriringan

16 Mei 2020, 09: 38: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

Siti Na’imatul Mu’aminah

Siti Na’imatul Mu’aminah (DOK. PRIBADI)

Share this      

PEREMPUAN bernama lengkap Siti Na’imatul Mu’aminah ini, memilih profesi sebagai guru. Dia mengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Kudus. Menjadi seorang guru merupakan impiannya sejak kecil yang akhirnya ditekuni hingga saat ini.

”Dari kecil memang sudah pengen jadi guru. Karena bagi saya, seorang perempuan kalau jadi guru itu bisa dibilang sosok yang tangguh. Karena punya kewajiban di sekolah dan di rumah. Bapak dan ibu kebetulan juga mendukung,” jelasnya.

Bahkan, kecintaannya pada dunia mengajar dibuktikan dengan resign dari salah satu bank BUMN di Kudus. ”Sebelumnya saya pernah bekerja di salah satu bank BUMN di Kudus. Pernah juga menjadi marketing di salah satu media online. Sempat ngerasain jadi EO juga. Akhirnya memutuskan fokus mencari pekerjaan yang sesuai passion dan ijazah saya,” sambungnya.

Kendati mencintai dunia ngajar, perempuan kelahiran 30 Juli 1994 itu, juga membantu usaha keluarganya dengan berjualan ikan bakar. Hal itu sudah dilakukan saat masih duduk di bangku SMA. Ima -sapaan akrabnya- sebatas membantu memasarkan usaha ikan bakar.

Ditanya soal membagi waktu antara mengajar dan berjualan, lulusan STAIN Kudus itu mengaku tidak kesulitan. ”Nggak terlalu sulit sih. Kan waktunya sudah jelas. Pagi sampai siang di sekolah. Sepulang ngajar membantu di warung. Alhamdulillah adik-adik juga sudah besar. Jadi ada yang bantu juga di warung,” ujar dia.

Lewat usaha itu, Ima mengaku mendapat kepuasan sendiri. Sebab, bertemu dengan banyak orang dan bertukar informasi. Dia juga merasa sudah menjadi kewajibannya membantu orang tua.

Ditanya soal pilih ngajar atau berwirausaha, Ima ingin keduanya berjalan beriringan. ”Jadi guru yang berwirausaha. Karena saya tipe orang yang suka tantangan. Jadi, menurut saya ketika keduanya dapat berjalan bersamaan itu menarik. ”Berwirausaha itu bisa jadi investasi jangka panjang juga,” tandasnya.

Perempuan 26 tahun itu berharap, dapat terus berkarir sebagai seorang guru sekaligus berwirausaha. ”Harapan ke depan ya semoga usaha yang saya jalani bersama keluarga lebih maju lagi,” harapnya.

(ks/vga/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia