alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terlibat Kasus Korupsi, Eks Sekretaris Dinakikan Blora Divonis 4 Tahun

14 Mei 2020, 16: 11: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Terlibat Kasus Korupsi, Eks Sekretaris Dinakikan Blora Divonis 4 Tahun

BLORA, Radar Kudus - Pengadilan Tipikor Semarang akhirnya menjatuhkan Vonis empat tahun penjara kepada Karsimin. Dia merupakan mantan sekretaris Dinas Peternakandan Perikanan (Dinakikan) Blora. Karsimin terlibat dalam kasus korupsi program sapi bunting 2017-2018

Vonis itu dijatuhkan majelis hakim pada Selasa (12/5). Vonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan itu, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jateng. Kejati menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Blora Rendy Indro Nursasongko mengungkapkan, terdakwa masih pikir-pikir atas vonis tersebut. Meskipun vonisnya lebih rendah dari tuntutan JPU. ”Banding atau tidaknya belum tau,” terangnya.

Sebelumnya, Karsimin merupakan terdakwa kasus korupsi dugaan pemotongan dana inseminasi dalam program kementrian Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib (Upsus Siwab) tahun 2017-2018. Dia juga didakwa pasal berlapis. Yaitu Pasal 12 huruf e Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kemudian Pasal 11 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasi Pidsus Rendy Indro Nursasongko mengaku, vonis kemarin dijatuhkan dalam sidang  melalui teleconference di Kejaksaan Negeri Blora. Untuk posisi JPU ada di kantor Kejaksaan Negeri Blora. Sedangkan terdakwa di Rutan Kedung Pane Semarang. Pengacara terdakwa di Jember, dan hakim di Pengadilan Negeri Semarang. ”Sidang jarak jauh tadi tidak ada kendala. Semua berjalan lancar,”terangnya.

Diketahui bersama, Kejati Jateng telah menahan dua tersangka kasus korupsi Upsus Siwab. Yaitu Mantan Sekretaris Dinakikan Blora Karsimin dan mantan Kepala Dinakikan Bora Wahyu Agustini. Wahyu sendiri sudah divonis empat tahun kurungan penjara. Dia juga harus membayar denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Karsimin sendiri, diduga kuat ikut berperan mengumpulkan uang berinisiatif melakukan pemotongan bersama Wahyu Agustini. Kemudian membagikan dan menggunakan uang tersebut di luar kegiatan Upsus Siwab. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia