alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kambuh Lagi, Napi Asimilasi Dapat “Hadiah” Timah Panas di Kakinya

25 April 2020, 16: 52: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

KENA PELURU: Seorang residivis telah ditembak kakinya oleh tim kepolisian polres Rembang karena telah berulah melakukan kejahatan kembali.

KENA PELURU: Seorang residivis telah ditembak kakinya oleh tim kepolisian polres Rembang karena telah berulah melakukan kejahatan kembali. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Kriminalitas di tengah pandemi Covid-19 di Wilayah Rembang terus dipantau. Jajaran kepolisian Polres Rembang telah membuat tim khusus untuk kriminalitas yang disebar di masing-masing rayon. Pasca adanya asimilasi juga menjadi sorotan. Polres tak lagi segan memberikan peringatan tegas. Dengan menghadiahi timah panas para napi asimilasi yang kambuh kembali.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto mengatakan, mengantisipasi gejolak yang timbul dari asimilasi para narapidana dan penyakit masyarakat pada Ramadan.

Seperti baru-baru ini, ditemukan kasus pencurian motor pada 24 TKP (tempat kejadian perkara). Ada dua pelaku yang diamankan. Salah satu pelakunya merupakan mantan napi. Yang sudah keluar sekitar beberapa bulan lalu. Tetapi tidak dalam program asimilasi. Mantan napi tersebut diberi ”hadiah” dengan peluru yang bersarang di kaki kanannya.

Apabila ada napi asimilasi yang berulah kembali, kata AKBP Dolly pihaknya tak segan-segan memberikan peringatan tegas. ”Peringatannya yang jelas itu sudah kami berikan contoh. Melarikan diri kami lakukan tembakan. Tentunya ini menjadi peringatan. Biar memberikan efek jera bagi pelaku-pelaku yang lainnya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, total ada 38 napi yang akan mendapatkan asimilasi. Mereka  merupakan napi dinilai telah memenuhi persyaratan. Sudah melaksanakan setengah masa pidana sampai 2/3. Yang setengah masa pidana untuk melakukan asimilasi. Mereka pulang ke rumah masing-masing dengan catatan tidak keluar rumah karena ada korona.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Soegito mengatakan, polres membentuk tim khusus kriminal. Bersamaan dengan dampak korona seperti ini. Pihaknya lebih menekankan pada tindakan preventif. Ada 15 tim khusus. Masing-masing rayon ada delapan personel. Untuk wilayah yang dinilai rawan sendiri, menurutnya tidak ada yang menonjol.

”Kemungkinan-kemungkinan adanya selama kurun waktu tiga bulan ini aman terkendali. Sudah kami mapping. Titik-titiknya sudah saya tentukan,” katanya.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia