alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Kabar Gembira, Usai Tiongkok, Kini Eropa Buka Jalur Ekspor Mebel

18 April 2020, 19: 19: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

DAPAT ANGIN SEGAR: Sejumlah pekerja mengerjakan produk furnitur di salah satu kesibukan bengkel mebel di Jepara baru-baru ini.

DAPAT ANGIN SEGAR: Sejumlah pekerja mengerjakan produk furnitur di salah satu kesibukan bengkel mebel di Jepara baru-baru ini. (FAQIH MANSYUR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Sebelumnya, Tiongkok telah membuka jalur ekspor mebel. Kini, giliranbenua Eropa yang memberi angin segar untuk industri yang menjadi tulang punggung Kabupaten Jepara ini.

Kabar menggembirakan tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jepara Andang Wahyu Triyanto kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. Ini menjadi semangat baru bagi masyarakat dan pelaku usaha mebel di tengah masa sulit yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Masykur Zaenuri menyatakan, Tiongkok menjadi negara pertama yang membuka jalur ekspor mebel untuk Kota Ukir.

Andang menjelaskan, berdasarkan iformasi yang telah terhimpun, buyer-buyer dari benua Eropa yang sudah melanjutkan orderan yakni Italia, Prancis, dan Spanyol. Sementara itu, di benua Asia, Korea Selatan juga pelan-pelan sudah membuka jalur-jalur ekspor mebel dari Jepara.

”Beberapa hari lalu saya juga ada informasi, Spanyol sudah mulai membuka jalur ekspor mebel dari kita (Jepara, Red),” jelas Andang.

Dia menerangkan, barang-barang mebel yang dikirim dari Jepara bulan ini diperkirakan akan masuk ke negara-negara tersebut pada Mei mendatang. Kendati demikian, pihaknya belum memiliki data terkait jumlah kontainer mebel yang sudah diekspor.

Andang menambahkan, pihaknya diminta untuk bersabar oleh para buyer dari negara-negara itu. Sebab, pihak pemerintah memberlakukan pengawasan lebih ketat pada barang-barang yang keluar masuk.

”Kami harus bersabar. Harus mengikuti alur prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah. Yang penting negara-negara itu sudah membuka jalur ekspor,” tutur Andang.

Diketahui, negara-negara yang menjadi langganan ekspor mebel oleh Jepara, selama pandemi Covid-19 ini menutup rapat akses negaranya. Imbasnya, barang-barang mebel Jepara tertahan tak bisa menggulirkan laju perekonomian.

(ks/qih/lin/top/JPR)

 TOP