alexametrics
Sabtu, 06 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tanpa Lockdown Mandiri, Kecamatan Sedan Bikin Posko Medis

02 April 2020, 10: 39: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

TERJUN LANGSUNG: Camat Sedan, Dwi Martopo terjun langsung memberikan arahan petugas penyemprotan disinfektan untuk menjaga jarak aman. Edukasi ini untuk ditiru di desa-desa lainnya dalam mencegah Covid-19.

TERJUN LANGSUNG: Camat Sedan, Dwi Martopo terjun langsung memberikan arahan petugas penyemprotan disinfektan untuk menjaga jarak aman. Edukasi ini untuk ditiru di desa-desa lainnya dalam mencegah Covid-19. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Kecamaan Sedan terapkan daerahnya tanpa lockdown mandiri. Wilayah Rembang timur ini lebih memilih langkah real antisipasi korona melalui sistem posko mengikuti protap penanganan medis dari kemenkes.

Peran babinsa dan babinkamtibmas secara intes mengawal di desa. Selain pemdes jelas menggarkan pencegahan covid, angkanya variarif. Ini wajib monitor di desa-desa. Di wilayah Kecamatan Sedan secara keseluruhan ada 21 desa.

Untuk acara keagamaan di desa juga tetap jalan. Sifatnya tidak berkerumun. SOP yang diarahkan sudah dijalankan. Misalnya Salat sof agak jauh-jauh. Tujuanya untuk edukasi, sekaligus tangani mandiri.

Camat Sedan, Dwi Martopo menyampaikan tahun ini ternyata angka perantauan tinggi. Mereka pendatang, harus waspada. Di wilayah kerjanya sendiri angka 390 pendatang. Statusnya  belum 14 hari tinggal, sehingga masih diawasi.

”Sampai Selasa malam pukul 20.21 jumlahnya 390 pendatang yang belum 14 hari.  Masuk 21 desa, sebarannya 42 kota asal di Indonesia dan dua luar negeri Malaysia dan Thailand,” keterangannya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (1/4).

Sementara itu yang sudah lewat 14 hari ada 28 pendatang. Mereka yang sudah lewat tetap diberlakukan isolasi. Sifatnya untuk kewaspadaan. Jangan sampai tiba-tiba keluar justru kena. Karena rata-rata yang baru datang mengalir setiap hari. “Angkanya bisa 40-50 pendatang” ujarnya.

Untuk itu, seluruh komponen di kecamatan dimaksimalkan. Diklaim Sedan 100 persen total, termasuk babinsa dan babinkamtibmas hingga forkompimcam. Mereka wajib kunjung, untuk berikan semangat desa-desa. Begitupun puskesmas tidak boleh gegabah.

”Karena sudah KLB (kejadian luar biasa) harus hati-hati. Puskesmas tenaga terbatas, kalau 360 orang minta diperiksa semua repot,” terangnya.

Dia juga tambahkan, pencegahan covid berdampak positif di masyarakat. Rumah-rumah sudah mulai memasang tempat cuci tangan gunakan sabun. Awalnya dimotori aksi desa. Dana desa wajib hukumnya. “Dampak per keluarga (meskipun belum sepenuhnya) menunjukkan korelasi mereka secara swadaya mencari blung dan sebagainya dikasih kran. Kemandirian bagus. Artinya sudah terbangun. Pengarahan yang positif semacam inilah yang senantisa didorong. Termasuk menjaga jarak benar,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Rembang, Jidan menyampaikan, gerakan awal sudah dijalankan di desa. Hasilnya pekan ini luar biasa. Masyarakat sudah sadar diri. Bahkan masyarakat yang sering mengingatkan ketika ada warga datang.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia