alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Liga 2 Off Gegara Pandemi Korona, Persijap Jepara Tetap Latihan Rutin

29 Maret 2020, 11: 41: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA KONDISI: Kapten Persijap Jepara Asri Akbar (rompi oranye) pemanasan sebelum laga melawan Martapura FC. Saat ini, pemain Persijap tetap latihan meski Liga 2 berhenti sementara.

JAGA KONDISI: Kapten Persijap Jepara Asri Akbar (rompi oranye) pemanasan sebelum laga melawan Martapura FC. Saat ini, pemain Persijap tetap latihan meski Liga 2 berhenti sementara. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Liga 2 untuk sementara memang berhenti. Namun, skad Persijap Jepara saat ini tetap berlatih. Untuk sebatas menjaga kebugaran tubuh. Itu dilakukan dengan cara latihan conditioning. Setiap tiga hari dalam sepekan.

Pandemi korona membuat Liga 2 2020 dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu membuat program latihan Persijap yang sudah disusun kembali berubah. Oleh karena itu, untuk menjaga kebugaran pemain, Persijap hanya melakukan conditioning.

Pelatih Persijap Jepara Widyantoro mengakui ada dampak pandemi korona. ”Program latihan sebelum ada virus korona sudah kami susun. Setelah ada korona dan Liga yang terhenti, kami hanya berlatih conditioning saja,” jelas pelatih yang biasa disapa Wiwid.

Dia menambahkan, saat ini yang terpenting adalah memastikan anak asuhnya itu dalam kondisi yang bugar. Latihan conditioning itu sebatas melakukan latihan fisik dan fun games. ”Yang penting anak-anak kondisinya tetap terjaga,” sambungnya.

Ditanya soal target, eks asisten PSIS Semarang itu mengaku tetap optimis untuk tembus ke Liga 1 musim depan. ”Tetap optimis. Tentunya mudah-mudahan korona segera berakhir, ekonomi dapat tumbuh kembali dan sepak bola bisa jalan seperti biasanya,” harapnya.

Meski hanya conditioning, asupan gizi bagi pemain tetap menjadi perhatian tim medis Persijap. Pilar Persijap Jepara rutin diberi asupan buah-buahan. Salah satunya buah kiwi. Tujuannya untuk mencegah microtrauma. Yakni rusaknya sel otot usai melakukan intensitas latihan yang tinggi.

Buah kiwi itu dikonsumsi per jeda dua hari dalam sepekan. Itu disajikan dalam bentuk jus. Porsinya satu cup untuk satu pemain. Tujuan pemberian buah kiwi itu untuk regenerasi otot. Pasalnya, buah kiwi bagus untuk metabolisme tubuh dan mencegah microtrauma (perusakan sel otot). Selain itu, kiwi cocok untuk menjaga daya tahan tubuh bagi pemain. Hal itu diungkapkan oleh fisioterapi Persijap Jepara Muhammad Ali Ramdhani.

”Buah kiwi mengandung vitamin C yang tinggi. Dapat meningkatkan mood dan energi. Serta mengandung enzim actinidin yang bagus untuk sistem pencernaan,” jelasnya.

Metode konsumsi kiwi itu mulai diterapkan oleh Dhani-sapaan akrabnya sejak awal pertama bergabung bersama Persijap. Tepatnya saat klub kebanggan masyarakat Jepara itu masih berjibaku di Liga 3 Pra-Nasional 2019 lalu.

”Iya saya terapkan sejak bersama coach Sahala Saragih (Pelatih Persijap sebelumnya, Red). Saat itu coach Sahala meminta saya untuk hadir di tim agar lebih tertata dari segi medical-nya,” sambungnya. (vga)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia