alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Ikuti Imbauan MUI saat Pandemi Korona, Salat Jumat Diganti Duhur

28 Maret 2020, 07: 26: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA JARAK: Imbauan dari MUI pusat untuk penyelenggaraan salat Jumat di daerah aman virus korona tetap menjaga protokol kesehatan dan keselamatan yang diberlakukan.

JAGA JARAK: Imbauan dari MUI pusat untuk penyelenggaraan salat Jumat di daerah aman virus korona tetap menjaga protokol kesehatan dan keselamatan yang diberlakukan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Kasus Covid-19 terus meningkat. Bahkan kemarin, ada satu warga Rembang yang posotif korona. Disusul PDP asal Pati meninggal dunia. Untuk itu berbagai pihak melakukan pencegahan. Mulai dari imbauan di rumah aja hingga Jumatan diganti salat zuhur. Salah satunya yang dilakukan Muhammadiyah Kabupaten Kudus dengan mengimbau agar warga Muhammadiyah mengganti alat Jumat dengan salat Zuhur di rumah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kudus Achmad Hilal Madjdi membenarkan instruksi ini. Hal ini menindaklanjuti maklumat pimpinan pusat Muhammadiyah dan imbuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melaksanakan salat fardu di rumah masing-masing. Sedangkan ibadah salat Jumat diganti dengan salat zuhur di rumah.

”Edaran ini sudah kami kirimkan kepada pimpinan cabang, ranting, dan takmir,” ungkapnya.

Hilal menambahkan, pemberlakuan penggantian salat Jumat menjadi salat Zuhur di rumah masing-masing ini dilakukan hanya hari ini saja. Sedangkan keputusan selanjutnya, pihaknya masih menunggu situasi dan keadaan berikutnya. Sementara ditiadakannya salat fardu berjamaah di masjid dan musala diberlakukan hingga 9 April mendatang. Langkah tersebut dilakukan, lanjut Hilal, untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak meluas.

Tak hanya di Kudus, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Grobogan juga mengimbau agar pengelola masjid agar tidak menyelenggaran salat Jumat pada 27 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus korona. Sebagai gantinya, warga diimbau untuk salat zuhur di rumah masing-masing.

Sementara untuk jamaah salat lima waktu dapat dilakukan di masjid. Namun, tetap memperhatikan sisi keamanan dan kesehatan dan physical distancing. Selain itu, juga tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak. Baik di dalam masjid atau ditempat lain.

”Imbauan ini kami serahkan kepada takmir masjid untuk menyikapi secara bijaksana dengan tetap mempertimbangkan kemaslahatan bersama,” kata Sekretaris MUI Grobogan Nur Kholis.

Sementara itu Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus Asyrofi Masyito menyatakan, hasil dari bahtsul masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah kabupaten atau kota yang masuk dalam zona hijau dan kuning masih diwajibkan menyelenggarakan salat Jumat. Dengan catatan mengupayakan kewaspadaan dan pencegahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

”Kalau zona merah tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat. Salat Jumat diganti dengan salat zuhur. Sedangkan di Kudus masih ada salat Jumat besok (Hari kemarin, Red),” katanya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan imbauan dan edaran kepada setiap pimpinan cabang NU di setiap kecamatan dan pimpinan ranting di desa supaya menjaga kebersihan masjid. Sekaligus memberikan sabun cuci tangan, untuk mencegah pemuebaran virus korona.

Hal sama juga dilakukan PCNU Grobogan. Ketua PC NU Grobogan Abu Manshur mengatakan, tetap melakanakan salat Jumat. Hal ini sesuai dengan hasil keputusan bahtsukl masail PW NU Jawa Tengah Nomor : 08/LBM/PWNU JATENG/III/20 tanggal 25 Maret 2020 tentang hukum penyelenggaraan salat Jumat ditengah wabah virus korona. Maka seluruh pengurus MWC NU, Ranting dan anak ranting atau lingkungan pondok pesantren NU untuk tetap menyelenggarakan salat Jumat yang berada di zona kuning yang telah ditetapkan pemerintah.

”Untuk penyelenggaraan salat Jumat harus sesuai ketentuan dan protokol yang ditetapkan pemerintah. Dan juga senantiasa mematuhi perkembangna zona penyebaran virus covid 19,” terang Abu Mansur. (gal)

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia