alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

PDP Korona Warga Pati Meninggal Ternyata Punya Riwayat Sakit Paru-Paru

27 Maret 2020, 15: 12: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

PDP Korona Warga Pati Meninggal Ternyata Punya Riwayat Sakit Paru-Paru

PATI, Radar Kudus - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 usia 23 asal Pati meninggal dunia di rumah sakit rujukan RSUD KRMT Wongsonegoro, Semarang, Rabu (25/3). Jenazah pasien itu telah dimakamkan di desanya dengan prosedur pemakaman PDP. Warga Pati tersebut merupakan mahasiswa dari Jakarta yang pulang ke Pati Januari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga itu mudik ke Pati sejak Januari lalu. Ia pulang ke rumah karena ibunya sakit. Warga tersebut juga mempunyai riwayat paru-paru. Lalu sekitar Maret ini, terjatuh dari tangga saat memperbaiki genteng rumahnya yang bocor. Almarhum dikabarkan mengalami patah tulang.

Setelah itu, dibawa ke RSU Fastabiq. Karena kondisinya juga menunjukkan gejala Covid-19 menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lantas dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro. Setelah meninggal, prosedur pemulasaran jenazah dan pemakaman mengikuti protokol Covid-19.

Salah satu saudara almarhum, S, mengaku almarhum memang mempunyai riwayat penyakit paru-paru akut. Namun terkait status PDP, keluarga dan warga setempat tidak mengetahui. Sebab, almarhum meninggal setelah terjatuh dari tangga saat memperbaiki genteng yang bocor.

”Warga ya biasa saja. Takziah dan melayat ke rumah duka. Namun pemakamannya sendiri setelah jenazah diantar ambulance dari rumah sakit, langsung diturunkan di pemakaman umum desa. Di dalam peti, sudah terbungkus plastik. Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan terlebih dahulu di sarean sekitar makam,” jelasnya.

Warga berharap hasil laboratorium negatif. Selain itu untuk mengantisipasi, lingkungan rumah duka disemprot dengan disinfektan. Saat ini warga masih beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Suharyono menjelaskan, PDP Pati yang meninggal tersebut telah dirawat di RSU Fastabiq 20 Maret lalu. Namun karena menunjukkan gejala, terlebih dari Jakarta, lalu dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegro Semarang.

”Pasien sudah diuji laboratorium. Namun sudah meninggal sebelum hasil lab keluar. Saat ini kami menungu hasil laboratoriumnya. Untuk mengantisipasi, kami memantau warga yang pernah kontak dengan pasien, selain itu lingkungan desa asal korban akan segera disemprot disinfektan,” jelasnya. 

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia