alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Imbas Korona, Ribuan Karyawan di Jepara Sementara Menganggur

27 Maret 2020, 14: 50: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

CARI NAFKAH: Beberapa karyawan di salah satu gudang mebel tengah menyelesaikan pekerjaan.

CARI NAFKAH: Beberapa karyawan di salah satu gudang mebel tengah menyelesaikan pekerjaan. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus - Kondisi penyebaran virus korona atau Covid-19 di Kabupaten Jepara kian mengkhawatirkan. Situasi ini membuat gudang-gudang mebel terpaksa meliburkan karyawannya. Tujuannya untuk meminimalisasi persebaran pandemi tersebut. Ribuan karyawan sementara menganggur.

Muhammad Sahal, staf di salah satu gudang mebel di Kecamatan Bangsri menyatakan mulai hari ini hingga sepekan ke depan pimpinannya meliburkan seluruh karyawan. Meskipun tidak ada instruksi dari pemerintah untuk meliburkan, pihaknya tetap berinisiatif untuk meliburkan sementara waktu.

”Melihat situasi semakin menghawatirkan. Tidak memungkinkan kalau karyawan tetap kami minta masuk kerja,” kata Sahal kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Di sisi lain, kata Sahal, pihaknya tidak bisa mengirim barang mebel lantaran negara tujuan ekspor melakukan lockdown. Terutama negara-negara di benua Eropa. Bahkan, diberitakan sebelumnya, jumlah penurunan order di sejumlah negara mengalami penurunan sampai 100 persen.

Sementara itu, Ahmad Samsul Huda, salah satu karyawan di gudang mebel tersebut mengaku kebingungan jika tidak bisa bekerja. Sebab, dia tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi tukang kayu di gudang tersebut.

”Ya kalau tidak kerja nanti saya mencukupi kebutuhan bagaimana. Tapi ya saya paham juga maksud bos saya meliburkan karyawan,” ungkap dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Eriza Rudi Yulianto mengaku situasi saat ini memang serba rumit. Terutama bagi perusahaan-perusahaan dan para karyawan. Namun, hingga kini pihaknya belum menginstruksikan apapun untuk meliburkan perusahaan.

”Situasinya sangat rumit. Tidak mungkin kalau diliburkan. Kalau diliburkan, dari mana mereka bisa makan?” kata Eriza.

Kendati demikian, sampai saat ini sudah ada sejumlah perusahaan, terutama di bidang mebel yang sudah berkoordinasi dengan dia terkait libur karyawan. Berdasarkan data yang masuk, sudah ada tujuh perusahaan yang mengonfirmasi tentang libur itu.

Antara lain PT. Jiwaquest (meliburkan sebagian karyawan dan sebagian kerja paruh waktu), PT Baroco (dibagi dua tim, tim pertama masuk 3 hari, lalu libur dan lanjut tim ke2 masuk 3 hari, dan gantian sampai waktu yangg belum ditentukan), PT Jodya Wood Furniture (karyawan libur sebagian), PT. Kota Woodcraft Furniture membagi menjadi 2 tim kerja. Tim 1 masuk 3 hari kerja kemudian libur, Tim kedua masuk kerja ketika tim 1 libur selama 3 hari selanjutnya, bergantian seterusnya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

”Kami selalu memonitor perusahaan-perusahaan. Jikau mau meliburkan karyawan biasanya berkoordinasi dengan kami dulu,” terang Eriza. (qih)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia