alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pemkab Pati Ambil Dana dari Pos Anggaran Tak Terduga Atasi Korona

26 Maret 2020, 16: 14: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

Pemkab Pati Ambil Dana dari Pos Anggaran Tak Terduga Atasi Korona

PATI, Radar Kudus - Masing-masing Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengalokasikan dana khusus untuk penanganan dan pencegahan korona. Dana ini diambilkan dari pos lain. Seperti yang dilakukan Pemkab Pati.

Kota Bumi Mina Tani sebenarnya tak mempunyai anggaran untuk penanggulangan Covid-19. Sebelumnya iuran TPP pejabat OPD sudah digunakan untuk pencegahan, yakni membeli disinfektan. Dengan begitu, anggaran tak terduga Rp 5 miliar kini telah diusulkan dan dirapatkan tim penanggulangan Covid-19.

Ketua Tim Penanggulangan Covid 19 Pati Suharyono mengatakan, saat ini pihaknya tengah merapatkan dan merinci kebutuhan untuk penanggulangan korona dari anggaran ini. Dari perhitungan sementara yang dibutuhkan Rp 4,3 miliar. Namun perhitungan itu belum final. Setelah selesai, akan diajukan ke Bupati Pati Haryanto. ”Penggunaan anggaran tak terduga harus sesuai dan dikonsultasikan, supaya tak menyalahi aturan,” ungkapnya.

Suharyono mengaku, alat perlindungan diri (APD) di Pati sekarang masih mencukupi. Tetapi, seiring dengan bertambahnya pasien dalam pemantauan (PDP) dikhawatirkan kekurangan APD. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng tentang penyaluran APD dari pemerintah pusat. Ia berharap APD yang saat ini tersedia bisa mencukupi.

Selain mengantisipasi penanggulangan Covid-19 di Pati, pemkab juga terus melakukan pencegahan seperti penyemprotan disinfektan hampir setiap hari di fasilitas umum dan perkantoran. Bahkan khusus hari ini, pegawai di lingkup Pemkab Pati sudah work from home (WFH). ”Jumat (27/3) pegawai ngantor lagi. Pencegahan semakin ketat, bagi pegawai dan pengunjung di Setda Pati harus dites dulu suhu badannya. Yang suhu badannya di atas normal diwajibkan pulang,” tegasnya.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara dipanggil DPRD di gedung serbaguna Jepara hari ini. Hal ini menyusul hasil rapat pimpinan dewan pada Selasa (24/3) lalu. Satgas itu akan dievaluasi setelah sepekan berjalan.

Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso mengatakan, pihaknya ingin melihat perkembangan Satgas Covid-19 dalam pencegahan dan penanganan korona di Kota Ukir. Baik kesiapan program kegiatan, sumber daya manusia, sampai dengan kesiapan anggaran. ”Kami dorong pemkab untuk sigap mengatasi masalah ini,” ujar pria yang juga sekretaris DPC PDI P itu.

Ia mengaku telah mendapatkan informasi tentang penggunaan anggaran yang mendahului perubahan. Pemkab dalam rangka pencegahan Covid-19 bisa mengalokasikan anggaran dulu tanpa dibahas dengan dewan. Cukup dengan pemberitahuan. ”Jika perlu pengalihan anggaran yang tak menjadi skala prioritas bisa digeser untuk korona. Tak terkecuali efisiensi anggaran di DPRD,” tuturnya.

Tak hanya dinas, desa juga bisa mengalokasikan anggarannya untuk satgas di desa. Tentu dinas terkait harus memberi pemahaman regulasi. Jangan sampai penanganan kedaruratan dilaksanakan tidak sesuai aturan. ”Di tingkat desa juga butuh kejelasan mengenai penganggaran, supaya tak terjadi kekhawatiran,” imbuhnya.

(ks/put/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia