alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Gudang Ambrol, Ribuan Ton Gula di Blora Tercecer, Begini Penampakannya

26 Maret 2020, 12: 07: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

AMBROL: Gudang penyimpanan barang bukti Gula di Kecamatan Kunduran Blora kemarin.

AMBROL: Gudang penyimpanan barang bukti Gula di Kecamatan Kunduran Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Gudang penyimpan ribuan ton barang bukti (BB) Gula Kristal Putih (GKP) di Kecamatan Kunduran ambrol. Akibatnya ribuan ton gula berceceran di atas tanah. Hingga kemarin belum ada tindakan dari Kejaksaan Negeri Blora.

Diketahui ribuan ton gula tersebut adalah milik Lie Kamadjaja, mantan Direktur Utama (Dirut) Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Multi Manis (PT GMM) Blora. Pabrik itu sejak 2017 disita pihak kepolisian.

Lie Kamadjaya ditetapkan sebagai tersangka dan didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 65 UU RI Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Setelah menjalani persidangan selama 23 kali pertemuan, majelis hakim PN Blora mumutuskan dia bebas. Sebab hakim menilai perbuatan terdakwa bukan tindak pidana sebagaimana tuntutan jaksa.

Karena itu, terdakwa dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum (onslag von alle recht vervolging) sejak 2019 awal. Selain itu, mengambalikan nama baiknya seperti dalam keadaan semua (rehabilitasi). Ditambah BB berupa gula kristal putih (GKP) atau 50 kilogram perkarung dikembalikan kepada terdakwa.

Atas putusan hakim pengadilan Negeri Blora itu, JPU menyatakan banding hingga tingkat kasasi. Namun kembali dimenangkan oleh Lie Kamadja. Mahkamah Agung memutuskan kasus ini inkrah dan diputus pada 27 gustus 2019 lalu.

Sayangnya hingga kemarin, BB yang mencapai 1.249,5 ton atau 24.990 zak gula pasir belum bisa dieksekusi. Rinciannya, gudang Kunduran( 21.957 zak atau 1.097,85 ton), gudang Ngawen(2.312 zak atau 115,6 ton). Serta pindahan dari gudang KMP (721 zak atau 36,05 ton) gula. Alasannya Kejaksaan Negeri Blora masih menunggu petikan putusan dari Mahkamah Agung(MA). Padahlan kasus ini sudah diputus Agustus 2019 silam.

Kepala Kejaksaan Negeri Blora I Made Sudiatmika didampingi Kasi Intelijen Kejari Blora Muhammad Adung dan Karyono mengungkapkan, hingga kemarin pihaknya belum menerima petikan putusan MA. Apabila sudah diterima dipastikan akan langsung dieksekusi. Kejari Blora juga sudah berulang kali menanyakan kapan putusan itu turun. Namun hingga saat ini belum ada kabar baiknya. ”Setiap saat kami tanyakan. Memang belum turun. Kami tidak ada niatan untuk menunda-nunda,” ucapnya.

Sementara itu, Lie Kamadjaya mengaku kecewa dengan oknum penegak hukum yang menyebakan semua ini terjadi. Begitu perkaranya mulai terlihat bodong langsung menghilang semua. ”Yang pasti kecewa. Mulai dari oknum polisi dan jaksa. Meninggalkan perkara yang lemah pembuktian ke anak buahnya. Terkait BB saya, bagaimana sekarang? Wong gak ada aturan yang mengharuskan nyegel semua gula kok main disegel semua,” kesalnya.

Mantan Direktur Utama (Dirut) Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Multi Manis (PT GMM) Blora ini menambahkan, dia beberapa kali bicara dengan mantan karyawan dan petani-petani tebu. ”Cukup banyak yang nyumpahi para oknum polisi/jaksa tersebut. Nek sekarang yang lagi tren disumpahi kene Covid 19 atau korona gitu,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan kepada penegak hukum agar dalam memutuskan perkara yang berupa makanan (seperti gula) harus lebih cepat. Karena putusannya sudah hampir setahun lalu. ”Saya berharap, penegak hukum juga bisa menindaklanjuti pemalsuan dokumen di kantor BBIA. Yakni soal dugaan pemalsuan surat pencabutan SNI PT GMM,” pintanya.

(ks/sub/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia