alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Hartopo Apresiasi Perusahaan yang Terapkan Protokol Kesehatan

26 Maret 2020, 10: 07: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

PERANGI KORONA: Plt Bupati Kudus Hartopo rakor pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 dengan perwakilan perusahaan di Kudus di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus (24/3) lalu.

PERANGI KORONA: Plt Bupati Kudus Hartopo rakor pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 dengan perwakilan perusahaan di Kudus di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus (24/3) lalu. (DISKOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Pelbagai upaya terus dilakukan demi mencegah merebaknya virus Covid-19 yang tengah melanda dunia. Tak terkecuali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Kegiatan pencegahan seperti penyemprotan fasilitas umum, penyediaan hand sanitizer, dan sosialisasi kepada masyarakat pun dilakukan. Tak kalah penting, Pemkab Kudus menggandeng perusahaan untuk bersama memerangi virus ini.

Berlangsung di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus Selasa (24/3) lalu, para pengusaha di Kudus turut mengikuti rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian virus Covid-19. Plt. Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi peran aktif perusahaan di Kudus yang telah menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan. Tak luput, pihaknya juga meminta perusahaan untuk membantu penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Mengingat, saat ini terjadi kelangkaan.

”Kami mengucapkan terima kasih upaya perusahaan di Kudus, utamanya dalam penerapan protokol kesehatan bagi karyawan. Langkah-langkah pencegahan memang sudah semestinya dilakukan. Tak kalah penting, saya juga meminta partisipasi perusahaan agar dapat membantu pemkab penyediaan APD bagi tenaga medis," katanya.

Hartopo menambahkan, perusahaan yang masih mempekerjakan karyawannya, harus bertanggung jawab. Artinya, kesehatan karyawan harus dinomorsatukan. Apabila ada karyawan yang mengalami gejala korona, perusahaan harus menyiapkan langkah konkret. Seperti meminta karyawan itu istirahat di rumah dan apabila kondisinya semakin parah, agar dapat dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi sebagai rumah sakit rujukan. Tetapi, dia berharap pandemi global ini tak menjangkit Kudus.

Sementara itu, Manager Corporate PT. Djarum Purwono Nugroho menjelaskan, PT. Djarum tetap memperkerjakan karyawannya. Namun, bagi karyawan kantor diberlakukan pergantian jam kerja. Sementara untuk karyawan pabrik di brak, belum memungkinkan untuk diliburkan atau diberlakukan jam kerja shift. Tetapi, protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh karyawan, penyediaan handsanitizer, penyemprotan disinfektan pada kendaraan distribusi, dan social distancing diterapkan secara ketat. Sebagai bentuk dukungan kepada Pemkab Kudus, PT. Djarum akan berupaya memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis.

”Saat ini, karyawan di brak belum bisa libur. Untuk yang kantor, bisa kerja secara shift atau dikurangi jam kerjanya. Protokol kesehatan pun telah kami lakukan secara ketat. Terkait APD, kita akan usahakan untuk mencari vendor dan kita siap bantu pemkab," ujarnya.

Senada, CSR Manager PT. Nojorono T. Sugiyanto, mengaku protokol kesehatan juga diberlakukan di seluruh kantor maupun pabrik. Tetapi, untuk libur kerja bagi karyawan belum dapat dilakukan menyeluruh. Mengingat, masih ada produksi yang harus dikerjakan. Pihaknya juga siap mendukung upaya pemkab untuk mencegah dan mengendalikan virus korona di Kudus.

”Pada prinsipnya, kami sama dengan perusahaan lain. Protokol kesehatan kami lakukan secara menyeluruh dan ketat. Untuk bagian produksi, memang masih ada yang berangkat kerja. Terkait bantuan kepada pemkab, kami siap membantu tinggal diinvetarisasi saja kebutuhannya," katanya. 

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia