alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Pasien Positif Korona di Jawa Tengah Bertambah Jadi 38 Orang

Ganjar Minta Bupati Wali Kota Lebih Tegas

26 Maret 2020, 09: 59: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

WASPADA: Gubernur Ganjar Pranowo tak lelah mengingatkan masyarakat untuk berdiam di rumah untuk meminimalisasi persebaran Covid-19.

WASPADA: Gubernur Ganjar Pranowo tak lelah mengingatkan masyarakat untuk berdiam di rumah untuk meminimalisasi persebaran Covid-19. (PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG, Radar Semarang - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah melonjak dua kali lipat dari hari sebelumnya. Dari semula 19 orang, menjadi 38 orang. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara khusus meminta bupati/wali kota memperketat pengawasan di wilayah masing-masing.

Ke-19 pasien baru itu, terdapat di RS Moewardi Surakarta satu pasien, dua pasien RSUP Dr Kariadi Semarang, empat pasien RS Wongsonegoro Semarang, tiga pasien RSUD Goeteng Purbalingga, satu pasien di RSUD Cilacap, tiga pasien di RSUD Banyumas, satu pasien di RS Kardinah Tegal, satu pasien di RSUD Soediran Wonogiri, dua pasien di RS Sudjono Magelang, dan satu pasien di RSUD Setjonegoro Wonosobo.

Jadi total di Jateng saat ini 38 orang positif Covid-19. Pasien yang dirawat 34 orang dan empat telah meninggal dunia. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.858 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 257 orang.

Ganjar mengatakan, penambahan pasien yang sangat signifikan ini, harus menjadi perhatian serius. Masyarakat harus semakin waspada dan mengikuti imbauan pemerintah untuk berdiam di rumah. ”Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat, lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan imbauan pemerintah. Boleh jadi anda kuat, anda sehat, atau imun anda bagus, meskipun tertular anda tidak merasakan gejala sakit. Tapi ketahuilah, anda tetap bisa menularkan virus ini pada orang tua, isteri, suami, dan anak-anakmu,” katanya.

Ganjar juga mencermati pergerakan warga perantauan dari Jateng yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Ia menyebut telah ada 80 bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng. Misalnya, pada 22 Maret di Terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di Terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya.

Ia meminta para bupati dan wali kota lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. ”Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protokol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW,” tekannya.

Para kepala daerah juga dipersilakan jika memang harus menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan, seperti alun-alun, objek wisata, pantai, dan sebagainya. Juga melarang setiap bentuk aktivitas masal, seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

”Bapak ibu, sekarang ini sudah terlalu banyak korban jatuh. Bahkan, tak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi imbauan pemerintah, agar tak semakin banyak air mata tumpah. Semoga pageblug ini segera bisa kita lalui,” harapnya. (ida/lhr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia