alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Bulog Tambah Stok Gula 750 Ton agar Harga di Pasaran Tetap Stabil

25 Maret 2020, 15: 42: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSINERGI: Dinas Perdagangan, Satgas Pangan dan Bulog menggelar rapat koordinasi ketersediaan pasokan bahan pokok, dan gula di aula kantor baru-baru ini.

BERSINERGI: Dinas Perdagangan, Satgas Pangan dan Bulog menggelar rapat koordinasi ketersediaan pasokan bahan pokok, dan gula di aula kantor baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tak hanya membahas virus korona yang semakin hari bertambah kasusnya. Namun, ketersediaan bahan pokok tetap diperhatikan. Mengingat satu bulan lagi memasuki Ramadan.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti menjelaskan, pekan lalu mengadakan rapat koordinasi bersama satgas pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Bulog, terkait ketersediaan bahan poko terutama beras di pasar tradisional maupun sektor pertanian.

”Untuk saat ini yang masih riskan, ketersediaan gula pasir, stok menipis harga melambung, di pasar tradisional mencapai Rp 18 ribu per kilogram. Bahkan, di minimarket kosong. Supermarket juga ketersediaan terbatas,” ungkapnya.

Sudiharti mengatakan, ketersediaan gula pasir pihaknya koordinasi dengan Bulog, sehingga stok gula yang ada bisa didistribusikan ke pasar-pasar. Untuk beras stok masih melimpah, bisa mencukupi hingga Lebaran.

Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Pati Agung Sarianto ditemui usai rakor bersama mengaku, siap menggelar operasi pasar (OP) gula pasir dengan harga jual eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram. Ini sebagai upaya untuk menstabilkan harga jual gula pasir di pasaran yang harganya mulai melonjak hingga Rp18 ribu per kilogram.

Untuk stok gula pasir yang ada di Bulog saat ini berkisar 2,5 ton, stok tersebut diperuntukkan lima kabupaten di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Pati, mulai dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora.

”Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok kebutuhan pangan untuk saat ini cukup, termasuk beras, tepung, daging kerbau beku dan minyak goreng,” ungkapnya.

Agung menambahkan, Bulog pusat juga berencana menambah stok gula sebanyak 750 ton, guna kepentingan operasi pasar agar harga di pasaran stabil. Adanya tambahan stok gula, diyakini mampu menstabilkan harga jual di pasaran, sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan aksi borong karena stok tersedia cukup hingga tiga bulan mendatang. 

(ks/san/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia