alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Digelar Sederhana, Upacara Mecaru Lanjut Tapa Brata Penyepian Hari Ini

25 Maret 2020, 15: 25: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

SEDERHANA: Upacara Mecaru dilaksanakan secara sederhana di Pura Giri Tungka Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, kemarin.

SEDERHANA: Upacara Mecaru dilaksanakan secara sederhana di Pura Giri Tungka Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, kemarin. (TOTOK HARMANTO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Usai melaksanakan upacara Melasti pada Minggu (22/3) lalu, kemarin pagi umat Hindu di Desa Plajan, Pakisaji, Jepara, melaksanakan upacara Mecaru. Upacara tersebut menjadi persiapan terakhir sebelum menjalani tapa brata penyepian hari ini.

Untuk tahun ini, pelaksanaan Mecaru digelar di Pura Giri Tungka, Desa Plajan. Sebagaimana Melasti yang berbeda dengan tahun sebelumnya, upacara Mecaru juga sederhana. Jumlah umat Hindu tak sebanyak biasanya.

Upacara Mecaru di pura digelar mulai pukul 10.00. Umat Hindu datang ke pura dengan membawa aneka sesaji. Ada yang membawa rangkaian buah. Ada pula yang membawa sesajian hasil bumi lainnya yang dihias dengan janur warna kuning.

Menurut keyakinan umat Hindu, manusia dan alam tak boleh bertentangan. Untuk itu, Mecaru bertujuan sebagai harmoninasi manusia dengan lingkungan. Upacara ini merupakan pengorbanan untuk Sang Hyang Butakala, agar selama pelaksanaan Nyepi tak ada gangguan.

Ketua Panitia Hari Suci Nyepi Umat Hindu Kabupaten Jepara Totok Harmanto mengatakan, upacara Wisuda Bumi yang dipersembahkan bagi makhluk agung itu, sebagai upaya menyeimbangkan makro dan mikro manusia. ”Ini juga persembahan sesaji pada ibu pertiwi. Supaya selalu ada keseimbangan antara makhluk dengan alam sekitarnya,” terangnya.

Totok melanjutkan, pelaksanaan Mecaru setiap tahun dipusatkan di pura Desa Plajan. ”Tahun ini kami gelar sederhana. Biasanya kami gelar Mecaru dengan banyak umat. Namun tahun ini kami buat Mecaru sederhana,” katanya.

Dia mengungkapkan, meski begitu tetap tak mengurangi makna. ”Kami batasi untuk yang ikut persembahyangan Mecaru. Kami ikuti instruksi pemerintah dengan tak banyak mengumpulkan massa, demi atisipasi penyebaran virus korona,” ungkapnya.

Setelah upacara Mecaru, umat Hindu di Jepara hari ini mulai pukul 06.00 sampai 24 jam berikutnya melaksanakan tapa brata penyepian. Mulai dari tidak menyalakan api (amati geni) yang dilakukan secara lahir, mengontrol diri supaya tak bepergian (amati lelungan), tak melakukan apapun yang bisa membuat senang (amati lelangen), serta tak bekerja (amati karya).

Selain empat larangan itu, ada juga perintah untuk menjalankan upawasa atau puasa bagi yang mampu. Puasa ini dijalankan dengan tidak makan, tidak minum, tidak tidur, tidak bicara, atau sering disebut puasa catur brata.

Usai melakukan brata selama 24 jam, umat Hindu akan ngembah geni (menyalakan api) lagi. Sebagai pertanda memasuki tahun baru dengan api yang baru pula. ”Ngembah geni akan dilakukan Rabu pukul 07.00,” pungkasnya.

(ks/war/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia