alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Hasil SKD Diumumkan, Sejumlah Formasi CPNS Pati Tak Terisi, Apa Saja?

25 Maret 2020, 15: 18: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

Hasil SKD Diumumkan, Sejumlah Formasi CPNS Pati Tak Terisi, Apa Saja?

PATI, Radar Kudus - Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Pati saat ini masuk tahap pengumuman seleksi kompetensi dasar (SKD). Dari ribuan pelamar, yang lolos SKD ada 1.212 peserta. Namun dari jumlah itu, ada beberapa formasi yang tak terisi, karena tidak ada pelamar dan peserta tak lolos passing grade.

Plt Kepala BKPP Kabupaten Pati Jumani melalui Kabid Formasi dan Jabatan Rizki Hermanu menyampaikan, Pemkab Pati telah mengumumkan hasil seleksi SKD CPNS Pati di website BKPP dan di koran Jawa Pos Radar Kudus hari ini. Pengumuman itu sesuai dengan jadwal empat sesi yang diikuti siswa pada tes SKD di Hotel UTC Semarang.

”Di dalam pengumuman, ada skor masing-masing peserta. Juga ada kode lulus atau tidak. Kode P/L itu peserta yang memenuhi nilai ambang batas menurut Permenpan RB 24/2019 dan berhak mengikuti SKB (seleksi kompetensi bidang),” paparnya kemarin.

Menurutnya, hasil SKD ada beberapa formasi tak terisi. Seperti disabilitas dengan formasi guru kelas SD. Dari 10 formasi yang terisi hanya satu. Ada juga formasi guru kelas SD lain tak terisi, karena peserta tak lolos passing grade. Seperti formasi guru kelas SDN Purwokerto, Tayu. Juga ada beberapa formasi lain yang tak terisi.

Menurutnya, dari 6.585 pelamar CPNS Kabupaten Pati yang mengikuti SKD, ada 3.453 peserta lolos passing grade. Namun, tak semua peserta yang lolos passing grade berhak mengikuti tahapan SKB, karena yang diambil posisi tiga kali formasi tersedia.

”Yang lolos SKB 1.212 pelamar. Yakni yang posisinya tiga kali dari formasi tersedia. Pati 494 formasi. Terdiri dari tenaga pendidikan ada 318 formasi, tenaga kesehatan 165 formasi, tenaga teknis satu formasi, dan 10 formasi tenaga pendidikan difabel,” ungkap Rizki.

Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan SKB akan diinformasikan lebih lanjut. Sebelumnya dijadwalkan April. Tetapi ditunda karena adanya Covid-19. ”Kami menunggu instruksi pemerintah pusat. Sembari menunggu, peserta bisa memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri secara maksimal,” imbuhnya.

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia