alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Tim Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan Cek Harga Pokok, Hasilnya?....

25 Maret 2020, 14: 31: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK BARANG: Tim Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan melakukan pengecekan stok barang bahan pokok maupun barang lainnya di Swalayan ADA kemarin.

CEK BARANG: Tim Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan melakukan pengecekan stok barang bahan pokok maupun barang lainnya di Swalayan ADA kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Tim Satgas Pangan Polres Kudus bersama dengan Dinas Perdagangan, melakukan pengecekan harga-harga kebutuhan pokok di dua tempat supermarket, yakni Swalayan ADA, Hypermart, Indomart, dan Alfamart. Khususnya, ketersediaan gula yang belum stabil.

Sasaran pertama Swalayan ADA, tim pantau harga gula yang sebulan lalu mampu menjual harga Rp 12 ribu pera kilogram, namun dengan pembelian dibatasi minimal dua kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayitno, mengatakan, secara keseluruhan harga kebutuhan bahan pokok stabil, kecuali gula pasir masih diatas harga normal.

”Pihak swalayan hingga saat ini masih membatasi pembelian maksimal dua kilogram. Saat ini gula di supermarket Rp 16 ribu per kilogram. Kalau di pasar tradisional pekan lalu sempat mengalami penurunan Rp 16.500 per kilogram, tapi sekarang sudah naik lagi harga Rp 17 ribu per kilogram,” terangnya.

Sementara itu, harga mie instan ada kenaikan sekitar 15 persen. Pembelian mie akhir-akhir ini cukup banyak, ada kenaikan sekitar 10 persen. Imam mengaku, semenjak ada surat edaran kurangi aktivitas ke luar rumah, sehingga orang-orang memilih stok mie instan di rumah.

”Untuk stok bahan pokok secara umum masih cukup. Dibandingkan stok barang-barang not food, seperti masker dan antiseptic mengalami kekosongan. Yang ada tinggal alkohol tapi persediaan menipis,” ungkapnya.

Imam menambahkan, stok gula di Hypermart satu minggu hanya dapat 30 karton, per karton 20 kilogram. Sehingga, pembelian benar-benar dibatasi, sebulan lalu menjual harga Rp 12 ribu per kilogram, sekarang sama seperti Swalayan ADA.

Sementara itu tim Satgas Pangan AKP Rismanto, mengatakan, memberikan imbauan kepada pedagang retail untuk tidak menjual dalam jumlah besar kepada satu orang, serta menaikkan harga sesuai harga eceran tetap (HET).

”Bisa melaporkan ke tim satgas pangan kalau ada keterlambatan pendistribusian bahan pokok penting (Bapokting),” terangnya.

Dia menjelaskan, komoditas pangan lainnya diminta untuk melakukan pembatasan setiap transaksi pembelian kepentingan pribadi, di antaranya beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal dua kilogram, dan mie instan maksimal dua dos.

”Hal tersebut berdasarkan surat edaran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah,” terangnya.

(ks/san/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia