alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Meski Liga 2 2020 Dihentikan, Persijap Jepara Tetap Gelar Latihan

24 Maret 2020, 10: 16: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

SENGIT: Pemain Persijap Rizki Hidayat (merah) berduel dengan penggawa PS Hizbul Wathan Afif Allaam Sena saat laga Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (15/3) lalu.

SENGIT: Pemain Persijap Rizki Hidayat (merah) berduel dengan penggawa PS Hizbul Wathan Afif Allaam Sena saat laga Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (15/3) lalu. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan Liga 1 dan Liga 2 sampai batas yang belum ditentukan. Hal itu mengubah keputusan PSSI sebelumnya, yang awalnya berencan menghentikan laga selama dua pekan ke depan. Jika Liga 2 dihentikan, Persijap justru tetap menggelar latihan.

Keputusan untuk tetap menggelar latihan itu, dipilih untuk menjaga kebugaran pemain. Terkait imbauan untuk mengurangi kegiatan masal, Presiden Persijap M Iqbal Hidayat mengatakan, latihan tetap aman dijalankan. ”Dokter tim selalu melakukan cek saat pemain datang ke mes sepulang dari libur. Juga ada pengecekan secara berkala selama di mes. Jadi Insha Allah aman,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, sampai saat ini belum ada larangan dari pihak PSSI untuk tetap latihan. ”Sampai sekarang belum ada larangan dari PSSI atau bupati Jepara terkait latihan. Sehingga untuk menjaga kebugaran dan persiapan tim, kami tetap menggelar latihan,” imbuhnya.

Orang nomor 1 di Persijap itu, juga mengapresiasi keputusan PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Dia berharap, pandemik korona dapat segera diatasi. Sehingga liga dapat bergulir kembali.

Terpisah, fisioterapi Persijap Muhammad Ali Ramdhani mengaku, pemain Persijap rutin dicek kesehatannya. Meliputi cek suhu tubuh dan tensi yang dilakukan setiap hari pada pukul 10.00. ”Pemain yang libur dan pulang ke rumah, saat kembali ke mes juga dicek suhu tubuh dan tensinya. Suhu tubuh pemain normal semua. Di bawah 38 derajat. Sejauh ini aman,” jelasnya.

Ditanya soal gejala korona, Dhani menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab, belum tentu pemain yang mengalami batuk atau flu bisa disebut mengidap virus Covid-19. ”Nah ini yang penting. Kadang ada yang langsung menyebut batuk dan flu itu identik dengan korona. Belum tentu. Jadi, harus dicek dulu suhu tubuhnya. Bisa saja ada pemain batuk, tapi suhu tubuhnya normal. Itu berarti batuk biasa,” jelasnya.

Dhani -sapaan akrabnya- menambahkan, pemberian vitamin berbentuk pil dan injeksi rutin diberikan setiap pagi dan malam ke pemain. Asupan gizi bagi pemain juga diberikan. ”Asupan gizi yang cukup, hidup sehat, rajin cuci tangan, dan menjaga pola makan bisa menjadi cara untuk mencegah korona,” imbuhnya.

Sementara itu, saat ini Pelatih Persijap Widyantoro masih fokus untuk melakukan evaluasi tim. ”Kami masih terus melakukan evalausi. Mulai dari lini depan, tengah, dan belakang. Pokoknya semua lini kami evaluasi,” ujar pelatih yang akrab disapa Wiwid itu.

Di pertandingan selanjutnya, jika berdasarkan jadwal, Persijap sejatinya bakal bertemu PSBS Biak pada Rabu (25/3). Namun, PSSI telah memberhentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Persijap saat ini berada di peringkat III klasemen sementara wilayah timur dengan koleksi tiga poin. Sementara di peringkat pertama bercokol Mitra Kukar dan peringkat II ada Persiba Balikpapan dengan torehan poin yang sama dengan Persijap. (vga)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia