alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Online di Pati Terkendala Kuota Internet

23 Maret 2020, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MANDIRI: Seorang guru memperlijatkan aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran online selama libur dua pekan.

MANDIRI: Seorang guru memperlijatkan aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran online selama libur dua pekan. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – SMP Negeri 8 Pati cukup sigap memanfaatkan pembelajaran online di masa belajar mandiri selama dua pekan ini. Pembelajaran secara online ini sebagai langkah pengawasan terhadap siswa selama masa belajar mandiri di rumah dua pekan.

Namun diakuinya model pembelajaran online terkendala, hanya bisa digunakan untuk pelajaran berbasis teori saja. Sedangkan untuk kegiatan praktik seperti olahraga masih kesulitan. Selain itu sejumlah siswa diakuinya mengaku terkendala kuota internet.

Munif Wahyudi, kepala SMP N 8 Pati mengungkapkan pascakebijakan belajar mandiri di rumah diterapkan, pihaknya memang segera mengambil langkah dalam menyusun pembelajaran online. Kebetulan, kata Munif, sebelum adanya virus korona, pihaknya pernah mengujicobakan pembelajaran itu. Hasilnya cukup maksimal, maka dari itu sekarang ini pihaknya tinggal melaksanakannya.

Dalam pembelajaran online itu pihaknya mengaku menggunakan aplikasi Quizizz yang bisa diunduh di playstore. Aplikasi itu cukup mudah digunakan dan mekanismenya seperti permainan menjawab kuis.

“Untuk materinya kami siapkan materi-materi tryout pelajaran di sekolah. Jadi kami berharap mereka semakin memahami pelajaran dengan mengerjakan soal-soal itu,”terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Agar dapat maksimal, dia akan menjadwalkan secara bergilir antar mata pelajaran. Dalam setiap pembelajaran langsung diikuti oleh satu angkatan. Siswa yang mengikuti pun bisa dilihat sehingga setiap ada yang tidak ikut akan langsung diketahui.

“Kebetulan kami sudah memiliki paguyuban orang tua dan wali kelas. Jadi setiap ada yang tidak ikut pembelajaran online akan langsung kami komunikasikan ke orang tua. Apakah sengaja membolos atau ada alasan yang lain seperti sakit,”imbuhnya.

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia