alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Nasi Gandul Khas Pati Kini Dikemas dalam Bentuk Kalengan Siap Saji

23 Maret 2020, 13: 20: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

ANDALAN: Nasi gandul kemasan kalengan dijual di Plaza Pragolo kemarin. Banyak wisatawan yang minat produk ini, karena bisa dinikmati di manapun dan kapanpun.

ANDALAN: Nasi gandul kemasan kalengan dijual di Plaza Pragolo kemarin. Banyak wisatawan yang minat produk ini, karena bisa dinikmati di manapun dan kapanpun. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Nasi Gandul kuliner khas Kabupaten Pati kini dikemas dalam bentuk kalengan siap saji. Kenikmatan kuliner asli Desa Gajahmati ini mulai bisa dinikmati banyak orang di manapun.

Produk itu bikinan BUMDes Gajahmati. Nasi gandul yang dikemas itu berisi kuah gandul beserta potongan daging sapinya. Satu kemasan untuk satu porsi. Setahun lalu mulai diproduksi. Setelah sebelumnya melakukan riset produk selama dua tahun.

Doni Irawan, penanggung jawab produksi nasi gandul kemasan tersebut mengungkapkan inovasi yang dilakukan pihaknya menjadi langkah menegaskan nasi gandul sebagai kuliner khas yang bisa menjadi oleh-oleh.

(ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

"Sebelumnya banyak sekali permintaan nasi gandul khas Pati dari Desa Gajahmati. Karena sifatnya yang mudah basi, maka perlu inovasi dengan mengemasnya dalam bentuk kalengan. Pasarnya bagus. Kami optimis produk kami semakin laris di pasaran," terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tahun lalu, lanjut Doni, perizinan produk itu sudah dilengkapi. Termasuk izin dari BPOM. Saat ini produknya dipasarkan di pusat produk lokal Plaza Pragolo dan juga di Co-Working BUMDes. ”Nantinya kami ingin bisa memasukkan ke toko-toko oleh-oleh juga,” imbuh Doni.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Riyoso melalui Kabid Promosi dan Ekspor Impor Paryadi merespon positif inovasi yang dilakukan BUMDes Desa Gajahmati tersebut.

”Oleh-oleh kuliner yang benar-benar khas Pati ya bisa dikatakan nasi gandul. Ini sangat bagus. Apalagi tentunya banyak pecinta nasi gandul di luar daerah yang ingin menikmati kuliner ini tapi terbatas karena sifatnya yang tidak awet. Karena itu produk ini inovasi yang bagus,” kata Paryadi.

Lebih lanjut pihaknya berkomitmen akan ikut membantu, baik pendampingan dan juga promosi produk tersebut. ”Kami akan berupaya melakukan pendampingan dan juga promosi-promosi lebih lanjut. Sehingga produk ini dapat dikenal lebih luas lagi,” paparnya. 

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia