alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Indra Wahyu Pratama, Pesilat asal Pati

Dipilih di Bidang Seni karena Gerakan Bagus

23 Maret 2020, 08: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BAWA TOYA DAN BELATI: Indra wahyu pratama saat berlatih baru-baru ini.

BAWA TOYA DAN BELATI: Indra wahyu pratama saat berlatih baru-baru ini. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Gerakan Indra Wahyu, siswa SMK Bhina Tunas Bakti Juwana ini, berhasil menyabet perunggu pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabor pencak silat beberapa waktu lalu. Awal berlatih olahraga bela diri, dia di kategori laga. Namun dialihkan pelatihnya di bidang seni.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Pati, Radar Kudus

SISWA-siswi Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) masih sibuk berlatih di area SMK Bhina Tunas Bakti (BTB) Juwana. Gerakannya seperti pemanasan. Tangan menggenggam. Kemudian disatukan. Kepalan itu berada di depan dada. Posisi berdiri masih tegap. Pelatih juga mengamati gerakan siswa-siswanya.

Di sisi lain, juga ada yang asyik mempraktikan jurus. Pakai toya dan belati. Piawai. Gerakan tampak luwes. Memang suasana latihan sore itu bermacam-macam. Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler di SMK BTB Juwana ini ada 14 anak.

Beberapa dari mereka juga ada yang tampak bersantai. Duduk melingkar. Sembari berdiskusi. Salah satunya ada Indra Wahyu Pratama. Pesilat yang beberapa waktu lalu meraih juara III Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Jawa Tengah. Tapi, Indra yang duduk di hadapan pelatihnya Rio Muspida Saputro tampak diam saat itu. Agak malu-malu ketika ditanya. Cengengesan.

”Haha Indra ini kayaknya pemalu,” cletuk Rio menggoda. Indra pun tampak tersipu. Tapi, jika sudah beraksi mempraktikkan jurus-jurus silat jangan ditanya. Gerakannya luwes. Langkahnya tegas. Sekali menginjak matras, langsung brak…! Terdengar mantap. Langkah kuda-kudanya rapi. Ke kanan dan ke kiri. Lalu tendang tinggi.

Begitu pun ketika memainkan belati. Cepat. Sat-set-sat-set. Saat mengendalikan toya pun lincah. Sekitar tiga menit, Indra mempraktikan jurus-jurus itu.

Indra memang menjadi juara III lomba seni pencak silat. Jadi, memang mempraktikkan jurus-jurus tunggal baku. Berbeda dengan laga yang harus bertanding dengan lawan. Lomba saat di tingkat Jawa Tengah itu, diikuti sekitar 20 peserta. Dari berbagai wakil daerah. Dan mengikuti babak-babak penyisihan sebelumnya.

Ditanya awal berlatih silat, dia mengaku mulai sekitar 2017 lalu. Saat masih kelas X SMK. Kebetulan, di SMK BTB ada ekstra kulikuler pencak silat. Berlatih tiga tahun, saat ini siswa kelahiran 23 Juni 2002 ini telah mendapat disahkan menjadi warga tingkat I. Artinya, ia sudah menempuh berbagai tingkatan dalam pendidikan persilatan PSHT. Juga sudah bisa menjadi pelatih.

Ia pun juga pernah mengawali lomba kategori laga. Kemudian, Rio, pelatihnya mengalihkan Indra untuk mengikuti lomba seni. Menurut penilaian Rio gerakan Indra bagus. ”Selain itu juga ganteng. Cocok untuk tampil di seni,” ucap Rio.

Menurut Indra, antara kategori laga dan seni latihannya hampir sama. Mengatur speed, kelincahan, juga mental. ”Menurut saya kalau fisiknya lebih berat di seni. Karena saat lomba dikasih waktu tiga menit gerak tanpa berhenti,” imbuh Indra.

Saat hendak bertanding ke tingkat provinsi itu, dia harus mempersiapkan waktu tiga bulan.  Sepekan latihan empat kali. Setiap latihan durasinya sekitar 2,5 jam.

Setelah tampil di kategori seni, beberapa waktu lalu Indra juga sempat mengikuti laga. Tapi uniknya, kata pelatih dia malah tidak bisa nendang. Yang membuat pelatihnya terheran-heran. Padahal saat latihan tendangan dinilai cukup bagus. ”Nggak tahu. Mungkin dia bingung,” cletuk Indra. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia