alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Dengarkan Saran dari Pelanggan

22 Maret 2020, 17: 16: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

Khosi’atun

Khosi’atun (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

PEREMPUAN bernama Khosi’atun lincah datang dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mengantarkan orderan. Tubuh mungilnya seperti tak pernah merasakan lelah. Berbagai aktivitas bisnisnya memproduksi minuman serbuk rempah dilakukan sendiri. Mulai dari memilih bahan baku dari para petani, memproduksi hingga mengantarkan ke tangan konsumen.

”Terutama untuk produksi, saya pastikan masak dengan tangan sendiri. Untuk menjamin rasa, saat ini saya belum percaya jika harus dimasak orang lain. Khawatir ada takaran yang kurang pas. Sehingga nanti memengaruhi rasa,” jelas perempuan yang akrab disapa Jitun ini.

Jitun memproduksi berbagai minuman serbuk dari bahan baku rempah. Seperti jahe, kencur, temulawak hingga kunir asam. Untuk menjamin kualitas rasa, perempuan yang memiliki dua anak ini menjaga kualitas mulai dari bahan baku. Rempah sebagai bahan baku produknya diambil langsung dari petani di daerahnya Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus.

”Untuk menjaga kualitas rasa saya pilih yang benar-benar tua. Jadi memang ada sarinya. Saya tidak mau asal pilih bahan baku,” kata perempuan yang sering tampil nyentrik ini.

Selain mengontrol kualitas bahan baku, Jitun mengambil rempah langsung dari petani juga berperan dalam memperdayakan petani rempah di daerahnya. Sehingga, petani tidak perlu repot menjualnya di pasar. ”Dari awal produksi sejak dua tahun lalu, saya berkomitmen bisa melakukan penguatan ketahanan pangan. Jadi sebisa mungkin saya jalin kerja sama langsung dengan petani,” ucap perempuan yang tinggal di RT 4/RW VIII, Desa Kandangmas, Dawe, Kudus.

Untuk senantiasa meningkatkan kualitas, dirinya tak pernah berhenti untuk meminta saran dan masukan dari para pelanggannya. Saran dan masukan dari pelanggannya, diakuinya cukup membantu dalam proses perjalanan bisnisnya ini. Waktu awal merintis, dirinya banyak mendapat saran terkait rasa produknya.

”Saya malah senang kalau ada yang memberikan masukan. Saya tidak marah, justru itu bisa menjadi acuan untuk menjadi lebih baik. Tanpa saran dari pelanggan, produk saya tidak bisa seperti sekarang,” katanya.

Dirinya berharap, ke depan dalam melakukan pengembangan usaha. Dirinya tak hanya bisa memproduksi serbuk minuman rempah saja. Namun juga dapat memanfaatkan sisa bahan produksi menjadi produk yang memiliki nilai guna. 

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia