alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Tak Perlu Berjubel, Kini Urus KTP dan KK Cukup Via Whatsapp

21 Maret 2020, 15: 35: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

PELAYANAN MELALUI ONLINE: Pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil dilakukan secara online mulai kemarin.

PELAYANAN MELALUI ONLINE: Pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil dilakukan secara online mulai kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Pembatasan pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati mulai dilakukan kemarin. Warga tak perlu lagi harus antre berjubel di kantor di Jalan Tondonegoro. Disdukcapil mulai melakukan pelayanan online. Warga tinggal menghubungi petugas melalui whatsapp yang disediakan.

Kepala Disdukcapil Pati Rubiyono mengatakan, aturan itu mulai berlaku kemarin. Ini menindaklanjuti surat edaran dari Dirjen Dukcapil dan surat edaran Bupati Pati sebagai pencegahan pandemi Covid-19. Disdukcapil tetap melayani masyarakat akan tetapi melalui online.

“Kami meminta masyarakat untuk menunda dulu mengurus adiministrasi ke kantor Disdukcapil. Warga diminta tetap di rumah. Bagi yang ingin mengurus kependudukan, bisa mengakses aplikasi Tarjilu Oke bisa didownload, konsolidasi secara online, dan whatsapp. Untuk whatsapp ada beberapa nomor khusus mengusur KK, KTP el, pindah atau datang, dan mengurus akte kelahiran dan kematian,” jelasnya.

Prosesnya, warga bisa menghubungi nomor whatsapp yang disediakan. Tinggal memberitahukan apa yang ingin diurus dan akan dibalas oleh operator. Apabila sudah beres, maka pemohon datang ke kantor Disdukcapil dan mengambilnya. Sehingga pemohon tidak perlu lagi antre berdesakan di dalam ruangan.

Terlebih, kondisi kantor pelayanan Disdukcapil saat ini sempit karena semakin banyak warga yang mengurus kependudukan dan pencatatan sipil. Meski demikian, penundaan ke Disdukcapil ada pengecualian, yakni bagi warga yang mendesak memerlukan administrasi seperti kepengurusan BPJS, rumah sakit, dan lainnya.

“Pemberlakuan ini hingga pemberitahuan lebih lanjut. Menunggu perkembangan coronavirus yang kini sudah melanda Indonesia. Pemerintah meminimalisasi kerumuman untuk menekan perkembangan virus corona,” lanjutnya.

Pantauan kemarin, warga yang mendatangi lokasi berkurang drastis. Masih ada beberapa yang mendatangi Disdukcapil terutama untuk mengurus legalisir. Selain itu, warga diminta untuk pulang dan mengurus dari rumah.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya