alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Sekolah Libur Dua Pekan, Pelajar di Pati Dilarang Jalan-jalan

18 Maret 2020, 09: 47: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

GUNAKAN UNTUK BELAJAR: Sangat dilarang waktu libur dua pekan digunakan untuk pergi jalan-jalan.

GUNAKAN UNTUK BELAJAR: Sangat dilarang waktu libur dua pekan digunakan untuk pergi jalan-jalan. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Pelajar yang diliburkan selama dua pekan diimbau untuk menaati edaran yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana tidak diperkenankan melakukan perjalanan ke luar wilayahnya.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Edi Siswanto, pihaknya mengungkapkan, kebijakan libur sekolah yang dikeluarkan pemerintah itu tujuannya adalah agar mengurangi kontak dengan orang banyak.

Sehingga, kata Edi, selama dua pekan atau 14 hari tidak sakit dapat dipastikan tidak terpapar Covid-19. ”Bila dipakai jalan-jalan tujuan dari kebijakan pemerintah tersebut tidak akan tercapai. Meskipun selama 14 hari libur dan tidak sakit, maka masih bisa dimungkinkan terpapar Covid-19,” jelas Edi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Karena itu, lanjutnya, semuanya harus patuh dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Jangan sampai 14 hari diliburkan itu digunakan untuk liburan (jalan-jalan, Red) tetapi hanya boleh untuk di rumah saja. Kecuali kebutuhan yang amat mendesak.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Sunoto, dirinya mengungkapkan, waktu libur selama dua pekan itu harusnya digunakan anak-anak untuk tidak jalan-jalan. Demi menghindari kontak dengan banyak orang. Hal itu sebagai langkah pencegahan penyerabaran virus yang sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global ini.

Seperti diketahui, dalam edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, selama pelaksanaan belajar mandiri, kegiatan studi tour, kemah, prakerin, maupun kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan di luar lingkungan sekolah ditiadakan, dan para siswa diminta untuk tidak melakukan perjalanan keluar wilayah tempat tinggalnya. Sekaligus menjaga pola hidup sehat dan bersih.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia