alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pertamina Targetkan Tiap Desa Tersedia Pertashop

15 Maret 2020, 22: 45: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

STATEMENT: GM Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Iin Febrian memberikan keterangan akan dibuka Pertashop di tiap desa usai meresmikan gedung DPC Hiswana Migas Pati baru-baru ini.

STATEMENT: GM Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Iin Febrian memberikan keterangan akan dibuka Pertashop di tiap desa usai meresmikan gedung DPC Hiswana Migas Pati baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Pertamina menargetkan setiap desa nantinya akan tersedia Pertashop atau lembaga untuk menyalurkan pasokan bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan produk lain dalam skala kecil.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY) Iin Febrian mengatakan, pasokan dari Pertamina, termasuk BBM.

”Untuk saat ini, di wilayah Pertamina MOR IV Jateng dan DIY terdapat 20-an desa yang nantinya akan menjadi proyek percontohan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, 20-an desa tersebut masih dalam tahap uji coba yang nantinya menjadi proyek percontohan untuk penerapan di desa lainnya. Pertashop, lanjut dia, merupakan lembaga resmi dari Pertamina dan berbeda dengan Pertamini yang ada selama ini.

Untuk infrastruktur dari Pertashop, relatif lebih minimalis dengan tangki kapasitas tiga kilo liter dengan satu dispenser, dan lahan yang dibutuhkan berkisar 120 meter persegi. Sementara lokasinya juga dibatasi minimal 10 kilometer dari SPBU terdekat.

Iin menambahkan, investasi yang dikeluarkan untuk mendirikan Pertashop tidak terlalu besar dan omzet yang dicapai juga tidak terlalu tinggi, sehingga tercapai keekonomiannya. Hal terpenting soal keamanannya tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, persoalan keamanan tidak hanya bagi pemilik, melainkan juga untuk pelanggan. Memiliki takaran yang sesuai dengan tera dari lembaga yang ditunjuk. Terkait dengan keberadaan Pertamini, diakui memang ikut membantu menyalurkan BBM disebabkan karena jaraknya yang cukup jauh dari lembaga penyalur Pertamina terdekat, namun dari sisi pemerintah dianggap ilegal.

”Kami dari Pertamina yang bertindak sebagai operator, sedangkan ketentuan ditentukan oleh regulator, yakni BPH Migas. Pertamini disebut BPH Migas tidak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Kehadiran Pertashop diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan produk BBM maupun elpiji dengan mudah dan harganya juga lebih terjangkau.

(ks/san/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia