alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Kerangka Tim Belum Jelas, Suporter Protes Manajemen Persipa

11 Maret 2020, 20: 09: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

PROTES: Para suporter yang tergabung dalam Patifosi meluapkan kekecewaan mereka kepada manajemen Persipa.

PROTES: Para suporter yang tergabung dalam Patifosi meluapkan kekecewaan mereka kepada manajemen Persipa. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Pertandingan persahabatan antara Persipa melawan klub lokal Putra Sakti, harus berhenti sebelum waktu normal usai. Kemarahan para suporter Persipa yang tergabung dalam Patifosi sudah membuncah sore kemarin.

Spanduk-spanduk bernada protes dibentangkan di sepanjang tribun VIP Stadion Joyokusumo. Spanduk-spanduk itu seperti bertuliskan, Love Persipa, Hate Management, Kami dengan Hati Kamu Demi Bati,hingga sindirian Liga 3 Abadi.

Tidak sampai di situ, sepanjang pertandingan para suporter ini menyanyikan chant-chant bernada umpatan kepada “manajemen” Laskar Saridin. Para suporter sudah muak dengan sepak terjang “manajemen” selama ini.

Bahkan flare, hingga botol-botol air mineral dilemparkan para suporter ke lapangan sebagai bentuk protes. Beberapa suporter juga turun dari tribun dan berusaha mengejar orang-orang Persipa. Sebagai bentuk ketidakpuasan mereka.

”Tidak ada progress apapun. Kota-kota lain sudah bergerak. Persipa masih begitu-begitu saja. Hanya latihan dengan pemain lokal. Kami ingin segera membentuk kerangka tim yang benar-benar solid. Karena sudah jelas targetnya kami naik kasta. Tahun ini tahun terakhir kesempatan naik kasta,” terang Ketua Patifosi, Dian Dwi Budianto kepada Jawa Pos Radar Kudus. 

”Kami heran dengan anggaran APBD Rp 2,4 miliar, manajemen terlalu irit sepertinya. Belum ada kejelasan pemain hingga sekarang. Kompetisi sudah mulai bergulir, Liga 1 sekaligus Liga 2 dengan kompetisi elite pro nya. Kalau tidak cepat nanti bisa tidak kebagian pemain,” paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua Persipa Kardi mengungkapkan aksi yang dilakukan para suporter menurutnya sebuah kesalahpahaman saja. ”Manajemen memang belum terbentuk hingga saat ini, kami masih menggodoknya. Berkaca dari kompetisi tahun lalu kami harus lebih cermat lagi,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kabid Olahraga pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati ini.

Untuk kerangka tim, kata Kardi, pihaknya sebenarnya sudah mulai bergerak serius. Selama ini memang pihak Persipa hanya melakukan latihan bersama. Sebagai wadah untuk member kesempatan anak-anak muda Pati untuk berlatih.

”Yang sesuai kebutuhan tentu akan dipertahankan. Pekan depan juga sudah ada beberapa pemain dari luar daerah yang akan menjalani trial. Beberapa pemain itu merupakan rekomendasi dari pelatih-pelatih. Untuk pembentukan manajemen memang belum bisa dipastikan kapan waktunya. Apalagi kompetisi juga masih lama. Masih Juli nanti,” paparnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia