alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Penataan Balai Latihan Kerja Rembang Diguyur Anggaran Rp 40 Miliar

02 Maret 2020, 15: 07: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

PELATIHAN: Para peserta pelatihan UPT BLK Rembang mendapatkan pelatihan dari instruktur.

PELATIHAN: Para peserta pelatihan UPT BLK Rembang mendapatkan pelatihan dari instruktur. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Rembang bakal direvitaliasi. Paling cepat kontruksi 2021 dijalankan. Termasuk ada penambahan kejuruan, salah satunya mencetak instruktur mekanik pertanian.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendorong secara khusus kepala DPMPTSP dan Naker Rembang untuk penataan UPT BLK. Pengajuan sudah dilakukan. Dari APBN menurunkan anggaran Rp 40 miliar untuk menata BLK.

”Jadi saya dorong harus beda, harus punya sarana yang mampu untuk mengikuti jaman sekarang. Sudah saya kasih konsep,” katanya.

Hafidz tidak menampik BLK masih ketinggalan zaman. Alias tradisional. Bisa dibayangkan hanya melatih las, menjahit. Tidak perlu di BLK. Cukup di rumah-rumah sudah bisa, maka BLK dibikin modern.

Termasuk ditunjang teknologi maju. Sehingga instruktur dapat memberikan pelayanan sesuai dengan kemajuan jaman. Tentu kembali lagi untuk pemberdayaan masyarakat. Untuk itulah BLK perlu peningkatan.

Kepala DPMPTSP dan Naker Rembang, Teguh Gunawarman menyampaikan sesuai arahan Bupati Abdul Hafidz untuk usulkan BLK ada peningkatan. Namanya revitalisasi dan atau reorientasi BLK.

”Jurusan saat ada ini ada Sembilan jurusan. Dengan adanya pergeseran pasar industri tentu harus merubah dan memperbaiki diri. Melalui Diservikasi atau penambahan jurusan yang beradaptasi dengan perkembangan IT,” ujarnya.

Lambat laun pemerintah Kabupaten di seluruh Indonesia atau Jateng akan mengarah smart city. Maka perlu adanya infrastruktur fiber optik (fo). Jadi perlu disiapkan tenaga untuk memasang jaringan. Beberapa pengusaha sudah masuk tentang pemasangan.

Termasuk multimedia e-commerce. Rembang banyak UMKM. Cuma pasarnya ada yang online, tetapi juga banyak yang masih konvensional. Makanya diajari cara mengupload atau berjualan online.

”Konsep saya belasan. Cuma kami secara langsung belum menghadap pak Bupati membicarakan lebih lanjut soal penambahan kejuruan,” katanya.

Jadi revitaliasi BLK tidak sekadar membangun gedung. Memang ada penambahan-penambahan. Karena konsekuensi penambahan kejuruan. Termasuk kedepan juga ingin ada asrama. Mugkin berapa kamar, dikandung maksud wilayah luas.

”Keterjangkauan relatif, bervariatif. Kalau di Sale, Sarang, Gunem berminat, harus hadir riwa-riwi tentu kasihan. Makanya perlu disiapkan asrama. Nanti akan membuat nota dinas bupati. Mana saja untuk dijadikan dasar perencanaan,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, perencanaan gedung telah dimulai tahun ini. Diawali dokumen perencanaan 2020, selanjutnya pembangunan 2021. “Di sana luasnya 2 ha dalam sertifikat, termasuk di dalamya ada perizinan maupun kantor BPBD,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP