alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Ketahuan Mesum di Mobil, Pasangan Kekasih Digelandang ke Balai Desa

01 Maret 2020, 14: 43: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

SOLUSI: Pemdes Papringan bersama aparat penegak hukum dan dua pasangan kekasih yang teciduk karena tindakan mesum, usai menyepakati tidak mengulangi perbuatan tidak terpuji tersebut.

SOLUSI: Pemdes Papringan bersama aparat penegak hukum dan dua pasangan kekasih yang teciduk karena tindakan mesum, usai menyepakati tidak mengulangi perbuatan tidak terpuji tersebut. (PEMDES Papringan FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – YM, 20 dan FD, 17 (Pasangan kekasih, Red) warga, Jepara digelandang ke Balai Desa Papringan, Kaliwungu, Kudus pada Jumat malam (28/2) setelah ketahuan melakukan tindakan mesum di atas mobil. Keduanya lantas diminta menikah.

Dari video yang beredar, warga melihat kedua pasangan tersebut pukul 19.00. Lokasi perbuatan mesum itu dilakukan di bengkel las milik Windi warga Desa Papringan, yang tepat berada di pinggir jalan Kudus-Jepara. Dari penuturan warga tersebut, YM dan FD sudah melakukan perbuatan tidak senonoh itu sebanyak dua kali di lokasi yang sama.

”Rumangsamu aman ning kene? akan saya urus (Perbuatan kalian, Red) karena sudah dua kali melakukan tindakan itu,” geram warga berkaus ungu atau pemilik bengkel di dalam video tersebut.

Dikonfirmasi atas kejadian tersebut, Kepala Desa Papringan Amin Budiarto mengatakan, membenarkan adanya tindakan tak tercermin pada Jumat malam di desanya. Perbuatan asusila tersebut sudah dilakukan oleh warga Jepara sebanyak dua kali.

Dia menjelaskan, awalnya pasangan muda-mudi ini pacaran dan sempat berhenti di bengkel las milik Windi. Pada waktu itu mobil terparkir di lokasi sejak pukul 18.30. Merasa sudah geram, akhirnya sang pemilik bengkel mendatangi kedua pasangan tersebut. Aktivitas keduanya diketahui oleh kamera CCTV yang di pasang di bengkel Windi.

”Mobil itu sekitar dua minggu terparkir di situ (Bengkel Windi, Red). Awalnya mobilnya bergoyang-goyang akhirnya pemilik bengkel mendatangi kedua pasangan kekasih itu,” katanya.

Atas perbuatan tak terpuji itu YM dan FD akhirnya digelandang pemilik bengkel ke Balai Desa Papringan. Kedua pasangan ini dimintai keterangan oleh pihak desa dan aparat penegak hukum. Dari keterangan tersebut, kata Budi, mobil yang diggunakan pelaku merupakan kendaraan milik orangtua YM.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak desa dan aparat penegak hukum menghadirkan kedua keluarga pelaku ke Balai Desa Papringan.  Pemdes menjembatani dalam menuntaskan solusi tersebut. Pihak keluarga perempuan sepakat meminta pertanggung jawaban untuk dinikahkan dengan YM. Sedangkan dari keluarga laki-laki pun nyetujui hal itu.

”Tidak ada langkah  hukum, ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak perempuan sudah legowo,” ungkapnya.

Dia berharap atas kejadian itu, warga bisa sekitar bisa turut mengawasi tindak laku mencurigan di wilayahnya. Agar perbuatan yang meresahkan warga tersebut tidak terulang kembali. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia