alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pena Muda
icon featured
Pena Muda

Kader Posyandu Intensif Turun Lapangan

01 Maret 2020, 10: 17: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

TERJUN LANGSUNG: Wakil Ketua I Tim Pembina PKK Kudus Mawar Hartopo bersama anggota mendatangi posyandu.

TERJUN LANGSUNG: Wakil Ketua I Tim Pembina PKK Kudus Mawar Hartopo bersama anggota mendatangi posyandu. (DISKOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PEMBERDAYAAN Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kudus saat ini intensif menekan angka kasus stunting. Di antaranya dengan membentuk kader posyandu. Mereka bertugas mendorong ibu-ibu desa, agar dapat merencanakan kehamilan. Bagi ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan, diharapkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala di bidan desa.

Hal ini diakui Wakil Ketua I Tim Pembina PKK Mawar Hartopo. Dia mengimbau ibu-ibu yang sedang merencanakan kehamilan atau mengandung harus periksa berkala di posyandu. ”Karena HPL (hari perkiraan lahir) itu sangat penting," ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan datang ke posyandu berkala, perkembangan bayi dalam kandungan dan kebutuhan gizinya bisa dikontrol. Dengan begitu, bisa menjadi langkah awal menekan terjadinya stunting.

TIMBANG ANAK: Mawar Hartopo menimbang anak di posyandu.

TIMBANG ANAK: Mawar Hartopo menimbang anak di posyandu. (DISKOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Dia mengaku, stunting mempunyai dampak yang berbahaya pada anak. Di antaranya dampak jangka pendek, meliputi terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, serta gangguan pada pertumbuhan fisik. Sedangkan dampak jangka panjang, menurunkan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.

”Jika kecerdasan anak di bawah rata-rata, prestasi belajarnya tak bisa maksimal. Dampak stunting lain, anak akan lebih tinggi berisiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker,” terangnya.

Sedangkan ciri-ciri stunting pada anak akan terlihat perawakan anak kerdil dan kurus saat mencapai usia dua tahun. Lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya.

PKK Kudus juga akan mengadakan sosialisasi ke jenjang Pendidikan. Termasuk akan melakukan tinjauan langsung di lapangan untuk mengukur data stunting. Dengan harapan besar kasus stunting di Kudus bisa tertangani dengan baik. ”Perbaikan gizi, khususnya penurunan stunting menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan kesehatan di Kudus,” imbuhnya. (nikmah/sari/ayu/diki)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia