alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Buka 8.700 Lowongan Kerja, Disabilitas Dapat Jatah Khusus

27 Februari 2020, 12: 03: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

SAMBANG STAN: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama rombongan pelaksanan job fair kerja inklusif saat tinjau stan kemarin.

SAMBANG STAN: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama rombongan pelaksanan job fair kerja inklusif saat tinjau stan kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Sinergi festival kaum muda kerja inklusif digelar di Kabupaten Rembang. Even bursa kerja yang dilaksanakan sinergi ini, berlangsung dua hari Rabu-Kamis (26-27/2),  dengan tempat di kompleks gedung haji Jalan Pemuda Rembang dan kedua di Kecamatan Sarang. Total ada 8.700 lowongan kerja yang ditawarkan.

Bambang Wicaksono, tim pimpinan program SINERGI menyebutkan tujuan bursa kerja tersebut memberikan akses informasi kerja. Termasuk pelatihan dan penempatan kerja bagi anak-anak muda pencari kerja.

”Di Rembang ada populasi pencari kerja yang cukup besar. Usianya 18 sampai 34 tahun, kebetulan berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan penyandang disabilitas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (26/2).

Sinergi mempunya misi agar kaum muda dari kelompok marjinal juga dapat mendapatkan akses yang merata. Untuk bidang pekerjaan. Maka bursa kerja dua hari memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersama-sama memasuki dunia kerja.

Tentu sesuai kemampuan dan kebutuhan industri dan perusahaan yang ada. Lowongan kerja yang tersedia di bursa kerja Rembang ada 8.700 lowongan kerja. Ada 10 perusahaan. Misalnya, Parkland Indonesia Rembang (perusahaan di bidang sepatu). Termasuk ada di bidang tekstil, new armada otomotif, selain pendampingan wirausaha.

”Pemuda pencari kerja yang sudah diidentifikasi di Kabupaten Rembang 44 ribu pemuda. Yang ikut bursa kerja 2.500 pemuda. Harapanya mereka dapat sebanyak mungkin mendapatkan akses pekerjaan lebih baik sesuai minat kerja,” terangnya.

Sinergi satu program dari US Amerika dan Pemprov Jateng. Tujuannya meningkatkan koordinasi antara pemerintah, pemuda, perusahaan, lembaga pelatihan kerja. Untuk memberi perbaikan akses Informasi dan peluang kerja bagi anak-anak pemuda.

Bursa kerja kali ini unik dibandingkan bursa kerja umumnya. Dua minggu sebelum bursa kerja sudah ikut assessment minat kerja. Jadi identifikasi minat kerja masing-masing. Ada yang ingin otomotif, tekstil, wirausaha di desa masing-masing.

”Di 37 desa miskin di Kabupaten Rembang dilakukan assestment bersama camat, Pemkab, Karangtaruna dan Dinas Tenaga Kerja. Total ada 870 yang sudah ikut assessment tahap satu,” jelasnya.

Kepala Bappeda Rembang, Dwi Wahyuni menyampaikan pemerintah berusaha melalui berbagai cara untuk menurunkan angka kemiskinan. Kali ini digelar Job Fair inklusif. Sasarannya mereka yang menjadi keluarga kurang sejahtera.

”Ada 37 desa merah. Kelurga-keluarga ini dikuatkan, yang mungkin info belum disampaikan dapat menerima. Maupun yang kurang info tentang perusahaan atau kerja di buka. Kebetulan sudah dilakukan assessment, untuk men-cover kebutuhannya. Ini ruang untuk dapat berekspresi,” sambutannya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz berharap, festival dan bursa kerja inklusif ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi para penyandang disabilitas. Bursa kerja inklusif ini menyasar pencari kerja dari berbagai segmen dan kelompok, baik kaum muda pada umumnya, dari penyandang disabilitas, dan dari kelompok pemuda kurang mampu.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia