alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Terendam Banjir

24 Februari 2020, 14: 37: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

TETAP ENJOY: Sejumlah anak bermain air banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, yang saat ini masih tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa kemarin.

TETAP ENJOY: Sejumlah anak bermain air banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, yang saat ini masih tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa kemarin. (DHONY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Ratusan rumah di empat desa terendam banjir. Yakni di Desa Jati Wetan dan Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, serta Desa Setrokalangan dan Desa Banget, Kaliwungu. Banjir yang menggenang sejak Kamis (20/2) lalu ini, ketinggian airnya antara 5-50 cm. Meski begitu, warga masih enggan meninggalkan rumah. Beberapa lansia yang sudah tidak beraktivitas sudah diungsikan ke rumah keluarga yang aman dari banjir.

Selamet, salah satu warga RT 4/RW 3, Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, menganggap kondisi rumahnya masih aman. Meski rumahnya terendam air hingga hampir selutut orang dewasa, dia belum berpikiran mengungsi. ”Sementara masih bertahan di rumah. Masih bisa beraktivitas, meskipun agak terganggu. Hari ini (kemarin, Red) air sudah mulai surut,” ujarnya.

Air sudah merendam rumahnya sejak Kamis (20/2) lalu. Genangan paling tinggi pada Sabtu (22/2) setinggi lutut orang dewasa. Banjir ini, akibat rembesnya tanggul di bawah Jembatan Tanggulangin.

Baca juga: Mawar Hartopo Jadi Pembina Upacara Pesta Siaga Pramuka Kwartir Cabang

Sabtu lalu, warga bersama Muspika Jati, BPBD Kudus, Pemdes Jati Wetan, dan Linmas kerja bakti penguatan tanggul dengan sak diisi tanah uruk sebanyak empat dam. Tanggul yang ditambal sekitar lebih 30 meter. ”Setelah ditanggul, air berkurang cukup banyak,” imbuhnya.

Camat Jati Andias Wahyu Adi menyampaikan, di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, ada 80 rumah warga terendam air dengan ketinggian sekitar 10-50 cm. Selain di Desa Jati Wetan, Desa Pasuruhan Lor juga tergenang banjir. Di RW 12, Dukuh Goleng, sedikitnya ada 30 rumah yang dihuni 120 jiwa terendam. Di RT 1/RW 12 ada 10 rumah yang tergenang, RT 2/RW 12 ada delapan rumah, dan RT 3/RW 12 ada 12 rumah. Ketinggian air mulai 5 hingga 50 cm. Sebagian akses jalan di permukiman tergenang dengan ketinggian antara 5-40 cm. Persawahan tergenang seluas 80 hektare dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

”Saat ini, warga belum mengungsi, karena maih bisa beraktivitas meski agak terganggu. Meski demikian, kami tetap menyiapkan lokasi pengungsian di Balai Desa Pasusruhan Lor, TPQ Khuriyatul Fikri, dan Balai Desa Jati Wetan,” katanya.

Tingginya banjir yang melanda dua desa itu, disebabkan curah hujan tinggi. Juga akibat pendangkalan SWD 1, sehingga air sungai Wulan cepat naik. Air sungai Wulan melimpas melalui spillway dan SWD 1 lewat persawahan dan merambat ke permukiman warga.

”Di Dukuh Goleng, air limpasan semakin membesar mulai Sabtu sekitar pukul 16.00. Tapi kami sudah mengupayakan melakukan penyumbataan tanggul yang rembes,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Jati untuk melakukan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di lokasi terdampak. UPT Puskesmas Jati melakukan pelayanan kesehatan dengan menyisir warga terdampak banjir berkebutuhan khusus.

Kepala UPT Puskesmas Jati Amad Mochammad mengatakan, dari hasil giat pelayanan itu kemarin, di Dukuh Tanggulangin dan Gendok, Jati Wetan, ada tujuh ibu hamil, dua di antanya sudah mengungsi di rumah saudaranya. Juga ada delapan lansia yang sudah tak bisa beraktivitas.

Sedangkan di Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor ada delapan ibu hamil, dua di antaranya sudah mengungsi di rumah keluarga. Juga ada tiga lansia yang tak bisa beraktivitas sudah diungsikan ke rumah keluarganya.

Sementara di Desa Setrokalangan, Kaliwungu, banjir justru kian meluas. Sebelumnya air menggenangi belasan rumah. Namun kemarin, genangan air merendam puluhan rumah. Bahkan, dilaporkan satu rumah roboh di bagian dapur.

Banjir di Desa Setrokalangan ini, mulai terjadi pada Jumat (21/2) lalu. Ada sekitar 15 rumah dan dua masjid terdampak. Ketinggiannya mencapai 15 cm. Tetapi, kemarin bangunan yang tergenang air bertambah menjadi 57 bangunan. Sedangkan satu rumah roboh karena diterjang banjir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergas Catur Sasi Penanggungan menyatakan, rumah roboh itu milik Djawini, warga RT 1/2. ”Hanya bagian tembok dapur yang roboh, karena lapuk. Sekarang warga yang terdampak banjir diungsikan di rumah keluarga. Mereka minta bantuan logistik,” katanya.

Selain di Desa Setrokalangan ada beberapa desa yang terdampak banjir di Kecamatan Kaliwungu. Di Desa Banget ada 32 rumah yang terendam. Sedangkan di Desa Kedungdowo ada 26 rumah. Ketinggian air di dalam rumah mencapai 50 cm.

Ngadisih, warga RT 1/2, Desa Setrokalangan, menyatakan, rumahnya sudah terendam sejak Sabtu (23/2) pukul 22.30. Ketinggian air di dalam rumahnya sekitar 30 cm. ”Saya dan keluarga ngungsi ke rumah nenek,” ujarnya.

Camat Kaliwungu Harso Widodo menyatakan, banjir di Desa Setrokalangan meningkat. Ada tambahan bangunan yang tergenang. Totalnya ada 40 rumah dan SD 1 Setrokalangan. Banjir ini berdampak tertutupnya jalan menuju Dukuh Karangturi. Ketinggian airnya mencapai dua meter. Namun warga di Dukuh Karangturi belum diungsikan. Mengingat rumah belum ada yang terendam.

Melihat kondisi ini, pihak membuat posko bencana. Di dalamnya menyediakan persiapan medis serta menyiapkan dapur umum dan logistik bersama dinas terkait. Sekaligus melakukan persiapan evakuasi bersama BPBD. ”Kami juga terus memantau debit dan ketinggian air bersama BPBD, Polsek Kaliwungu, serta Pemdes terkait,” katanya. (gal)

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya