alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Tak Kapok Meski Diomelin Nasabah

20 Februari 2020, 11: 02: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

Adhista Feriza Mumpuni

Adhista Feriza Mumpuni (DOK. PRIBADI)

Share this      

DARA bernama lengkap Adhista Feriza Mumpuni awalnya merasa minder saat akan mendaftar menjadi pegawai teller di salah satu bank di Kudus. Adhista, sapaan akrabnya, merasa minder lantaran postur tubuhnya yang pendek. Namun, berkat dorongan ibu, ia akhirnya mencoba mendaftar.

”Awalnya ngerasa minder karena pendek dan nggak cantik. Tapi setelah dimotivasi mama akhirnya coba daftar,” jelasnya.

Beberapa bulan menunggu pengumuman, akhirnya perempuan kelahiran Kudus, 1 Agustus 1996 itu dinyatakan diterima. Meski sudah diterima menajdi seorang teller, cita-cita yang diimpikannya sejak kecil itu tak berjalan mulus. Sebab, perempuan jurusan akuntansi itu pernah diomelin nasabah.

Namun, dia tidak pernah kapok. Menurutnya, setiap pekerjaan ada risiko yang harus dihadapi. ”Malah jadi lebih sabar. Karena nasabah kan memang permintaannya beragam,” ujar dia. Menurutnya, untuk menghadapi orang-orang baru harus pandai-pandai mengambil hati orang tersebut.

Tak berhenti disitu, dia juga sudah terbiasa pulang malam. Meski lelah, perempuan yang doyan traveling itu tetap enjoy. Sebab, menurut dia, itu sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan. Selain itu, menjadi seorang teller merupakan pekerjaan yang sudah diidam-idamkannya sedari kecil. Dia menambahkan, ingin tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah.

Terlebih, di lain sisi dia merasa bangga. Karena menurutnya menjadi seorang teller dapat mengangkat derajat orang tua. Menurutnya, apa yang sudah didapatnya saat ini merupakan do’a dari bapak ibundanya.

”Jadi teller kan mimpi saya sejak kecil. Jadi sekarang sudah diterima ya harus bersyukur dan berusaha yang terbaik untuk kedepannya,” imbuhnya. (vga)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia